Tapi yaa enggak semuanya jadi cringe juga sih, karena gini-gini jiwa romantisku masih ada sedikit. Sedikit, oke. Walaupun kalau baca novel romantis udah hampir enggak kuat, karena daya imajinasiku akan hal-hal romantis udah sangat pudar, tapi kalau sekedar nonton yaa kadang masih suka lah. Asalkan bukan drama yang episode-nya di atas 20-an, menyerah saya!
All Time Favorite Romcom Movies
Thursday, June 27, 2019
50 Questions To Get To Know Me Better
Tuesday, June 4, 2019
Sooo biar blog ini enggak kelihatan kayak enggak keurus banget, aku mau coba ikutan eksis ala para blogger lainnya dengan bikin postingan get to know me better hahaha. Sering lihat (dan aku cukup suka) fellow blogger bikin postingan macam ini dan sepertinya menyenangkan. Dan berhubung aku juga belum pernah bikin postingan yang semacam ini, boleh lah yaa sekali-sekali.
By the way aku nemu 50 Questions ini random dari Tumblr. The questions are all in English, but I will answer mostly in Bahasa Indonesia because you know, my English is not that good hahaha. So, if you don’t mind, let’s do this :D
Hello The Old Taylor, Are You Back From Death?
Sunday, May 5, 2019
"I'm sorry, the old Taylor can’t come to the phone right now?"
"Why? Oh, ‘Cause she’s dead!"
Masih ingat kan sama quote yang muncul di tengah-tengah lagu Look What You Made Me Do, single pertama dari album Reputation? Yes, di album Reputation itu image Taylor bener-bener beda banget sama album-album sebelumnya, enggak cuma dari penampilannya, lagu-lagunya juga. Dan itulah masa-masa di mana aku cuma bisa menghela nafas sedih karena kok rasanya susah banget buat suka sama image baru Taylor hahaha.
Daan… tanggal 13 April 2019 adalah salah satu hari bersejarah buat para Swifties karena Taylor tiba-tiba bikin countdown via web official-nya dan instagram story. Countdown yang disetting untuk 13 hari setelah tanggal 13 April dengan background pastel dan sedikit gliter-gliter warna lembut juga. Dan pas lihat itu (pertama lihat di instastory) aku langsung kepikiran TS7 dan jelas doong langsung girang banget!
Top 5 Thursday: Game Of Thrones Episodes That Broke My Heart
Thursday, March 7, 2019
Berhubung dua hari belakangan ini diserang habis-habisan sama konten Game Of Thrones—mulai dari edisi spesial majalah Entertainment Weekly dilanjut official trailer season 8 alias finale season—yang tentu aja bikin mabok yaa huhuhu, jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu tentang the most epic TV series ini. Sekalian kan menyambut finale season yang bakal mulai tayang tanggal 14 April nanti. Cant hardly wait!
Terus kenapa kok yang dibahas malah episode yang bikin patah hati? Ya karena aku tahu aku bakal banyak patah hati di season 8 nanti, jadi tulisan ini semacam latihan mental menghadapi episode-episode penuh broken heart yang akan segera dimulai bulan depan hahaha. Kebetulan aku juga lagi marathon rewatch dari season satu nih, jadi sekalian deh bahas yang udah lewat hahaha.
Semua penonton Game Of Thrones mungkin punya kesamaan ya, patah hati pertama kita adalah saat Ned Stark dieksekusi di depan masyarakat Westeros dan dilihat oleh kedua putrinya. Bohong deh kalau enggak patah hati pas episode ini, di mana orang yang kita pikir adalah pemeran utama, yang akan mengubah segalanya, malah mati duluan begitu aja dan tanpa ada perlawanan. Reaksiku pas nonton episode ini bengong sampai credit title berjalan kayak baru disadarin “kok gini sih?” hahaha. Dari sini lah kita semua disadarkan kalau Game Of Thrones ini bukan serial kolosal biasa.
Warning buat yang sama sekali belum pernah nonton serial Game Of Thrones tapi berniat mulai nonton, atau yang lagi nonton tapi masih di season-season awal, ini bakalan jadi major spoiler lho yaa. Jadi kalau memang enggak mau kena spoiler, yes you’ve been warned hahaha.
By the way aku enggak ngurutin dari least broken heart to most broken heart karena semuanya bikin patah hati hahaha, jadi aku urutin berdasarkan season dan episode-nya saja. So, this is the top 5 Game Of Thrones episodes that broke my heart:
Sky Castle, When Education Is The Most Important Thing Your Parents Worry About
Saturday, February 16, 2019
Timeline twitter-ku sejak awal Januari (atau sejak Desember ya?) rame sama tweet atau retweetan yang ngomongin Sky Castle. Dan sebagai orang yang jarang banget nonton drama Korea, aku tadinya biasa aja. Tiap lihat tweet tentang Sky Castle ya dilewat aja gitu. Enggak penasaran sama sekali, terlebih pemainnya enggak ada yang familiar di mataku haha.
Sampai akhirnya akun @WatchmenID pun ngetweet tentang Sky Castle juga. Jarang-jarang kan ini akun bahas drama Korea. Dari sini mulai penasaran, baca sinopsisnya kok menarik yaa? Terus ternyata di waktu yang hampir sama, temanku cerita kalau dia lagi nonton Sky Castle dan katanya rame banget. Dia juga bilang kayaknya aku bakalan suka. Ya udah deh, berhubung pas itu episode-nya udah banyak (tinggal tiga atau dua episode terakhir kalau enggak salah) jadi aku cobain ikut nonton deh.
DAN TERNYATA MEMANG BAGUS BANGET DONG!!!
Sky Castle bercerita tentang kehidupan para keluarga kalangan atas yang tinggal di komplek perumahan elit bernama Sky Castle. Rata-rata yang tinggal di komplek Sky Castle adalah keluarga para professor dengan latar belakang keluarga yang juga bagus. Tentu saja mereka menjunjung tinggi yang namanya pendidikan untuk anak-anak mereka. Yak betul sekali, drama isinya para orang tua ambisius yang akan melakukan apa saja demi anak-anaknya bisa masuk universitas ternama di Korea atau bahkan di dunia.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)




