Showing posts with label Little Journey. Show all posts
Showing posts with label Little Journey. Show all posts

Liburan Terakhir Sebelum Negara Api Menyerang

Monday, March 1, 2021

edited by @jujudood

Mohon maaf kalau judulnya mengutip jargonnya Avatar The Legend of Aang (ATLA) wkwkwk. Gara-gara beberapa waktu lalu pas buka Netflix, yang muncul di recommendation paling atas tuh Avatar The Legend of Korra, terus jadi keinget jargonnya ATLA "sebelum negara api menyerang" yang sering dipakai buat jokes yang menggambarkan suasana yang awalnya damai sejahtera terua berubah jadi kacau balau wkwkwk.

Okeee mari supaya enggak makin ngelantur, kita langsung aja ke pembukaan yang proper! *ditimpuk*

Jadi, berdasarkan obrolan di Kafe MM, Rahul sempat mencetuskan ide tentang One Day One Post (ODOP). Dan setelah ngobrolin di thread-nya, akhirnya terkumpullah 7 orang yang tertarik ikutan dan saling menyumbang tema. Pas banget 7 orang jadi ada 7 tema untuk ODOP yang akan berjalan mulai hari ini sampai 7 hari ke depan. Pas satu minggu 😆

This is my firtst time doing one day one post challenge. Semoga enggak ada bolos yaa guuyss huhuhu.

🍀

Tema untuk hari pertama adalah cerita liburan terakhir sebelum corona. Sekarang paham kaan kenapa aku kasih judul begitu wkwkwk.

Bermula dari obrolan di grup chat Whatsapp soal mau menghibur Rangga yang lagi galau, ada kali dari pertengahan Januari bahasan mau piknik ke sini, mau ke situ, ah mau ke sana aja, grup chat isinya gituuu terus tapi enggak ada keputusan yang diambil alias cuma wacana wkwkwk.

Eh malah terus yang empunya acara ngajakin ke Yogyakarta, terus kita bercandain kan "enggak punya duit, bayarin." TERUS ORANGNYA BERSEDIA DONG BELIIN TIKET PP!!! WKWKWK langsung pada panik 😂😂 Tapi akhirnya karena ke Yogyakarta itu butuh menyamakan cuti dan butuh uang jajan yang enggak sedikit juga, akhirnya keputusan terakhir adalah staycation di hotel di daerah Ciumbuleuit, tapi tetap dibayarin sama Rangga hahaha.

Dari Yogyakarta ke Ciumbuleuit tuh gimana ceritanya yaa melenceng jauh wkwkwk.

Jadi kita berenam, aku, Nova, Dwi, Rangga, Juju dan Robert (bertujuh kalau ditambah Arkan, cah lanangnya Bunda Dwi) akhirnya berhasil liburan bersama setelah selama ini hanya menyusun rencana hahaha. Kita staycation di The House Tour Hotel. Nginep tanggal 29 Februari, bener-bener last minute sebelum Indonesia diserang negara api, eh maksudnya Covid-19.

Sebenernya rada bingung ini termasuknya liburan apa bukan, karena Ciumbuleuit tuh masih di Bandung juga kan, dan cuma semalem nginepnya, mungkin lebih cocok disebut weekend getaway yaa 😆

Tapi yang jelas walaupun cuma semalem itu, kita semua happy. Hotelnya mungkin enggak besar dan enggak ada kolam renang (tadinya mau nyari hotel yang ada kolam renang), tapi bangunannya luar biasa cakeeepp. Kamar-kamarnya pun cakep, gayanya unfinished gitu, eh atau kalau di interior apa sih, istilahnya?


Ini foto kamarnyaaa! Cakep yaa? Aku suka banget sama gaya-gaya interior kayak gitu, kesannya homey dan hangat gitu! Dan kalau pagi tuh langsung enak kena cahaya matahari dari jendela. Sayangnya hotel ini cuma ada dua lantai, dan kita dapet kamarnya di lantai satu, jadi pemandangan luar jendelanya langsung parkiran hahaha.

Dan btw foto ini diambilnya di kamarnya para cowok. Cewek-cewek enggak sempat foto kamar karena tahu-tahu udah penuh sama tas bergelimpangan. Yaa tahu lah yaa, cewek walaupun nginep semalem doang, bawaannya segambreng 😌

Aku inget ada kejadian lucu pas kita mau bukan tirai di jendela, masa si pemutarnya malah coplok doong! Langsung heboh semua! Untungnya bisa dibetulin sendiri tanpa manggil petugas hotel hahaha. Dan ajaibnya kejadian ini terulang besok paginya 😂😂

Oh ya, petugas di The House Tour Hotel ini juga ramah-ramah. Kita beberapa kali request pinjam peralatan sholat, tadinya sempat ragu karena takut di-charge, tapi mereka kasih tahu kalau selama masih ada, bebas aja mau pinjam berapa hehehe. Terus aku sempat ditawari welcome drink-nya dua kali 💖

Yang paling famous sekaligus aesthetic✨ dari hotel ini kayaknya bagian restoran yang ada di rumah kaca gitu. Cakep dan hangat banget suasananyaaa 💖


Berasa lagi di manaa gitu hahaha. Ruangannya enggak besar sih, cuma ada sekitar 3 meja dan satu meja memanjang di dekat pintu. Kalau mau duduk di tengah-tengah kami foto ini, harus reservasi dulu kayaknya karena lokasinya paling populer untuk dijadikan spot foto.

Foto ini pernah aku post di postingan pertama tahun 2021, tapi ya udah lah enggak apa-apa di-post lagi, jangan bosen lihat kami yaa 😆 Btw pas di postingan itu aku bilang ini terakhir kalinya kita ketemu karena habis itu kan corona, jadi belum pergi-pergi lagi. Ternyata aku lupa heeey, kita sempat ketemu walaupun sebentar di nikahannya Rangga, iya Mas-mas yang galau ini akhirnya udah bahagia guys 😌

bos kecil udah ogah difoto wk

Malem harinya, kita bikin semacam pajama's party, tapi entah kenapa enggak ada satupun foto pas lagi piayamaan 😂

Momen ini kita pakai buat intimate talk. Kayak apa aja sih yang udah kita laluin selama ini. Kesel enggak kalau lagi jadi bahan bercandaan (terutama bigbro yang paling sering jadi objek penderita). Ada yang curhat juga pun! Tapi ujung-ujungnya balik ngomongin hal-hal receh semacam kilas balik episode Spongebob 😌

Hmm apa lagi yaa yang bisa diceritain? Oooh makanannya kali yaa?

Kita tentu saja makan malam di restoran rumah kaca ini doong hehehe. Tadinya sempat mau cari makan ke daerah sekitar atau gofood, tapi akhirnya pada mager jadi yaa udah makan di resto hotel aja. Aku kayaknya waktu itu sempat foto makanan deh, karena takjub sendiri lihat meja kita penuuuh soalnya piringnya besar-besar, tapi dicari di gallery enggak ada hadeeeh.

Entahlah tapi kita semua enggak ada yang satisfied sama makanannya malem itu. Enggak ada masalah sebenernya sama rasanya, tapi dengan harga segitu, kayak kurang puas aja sama rasanya. Yaa maklum sih, namanya juga kan makan di resto hotel, pasti lebih mahal dari kafe-kafe pada umumnya.

Tapi niiih, aku menikmati banget lhoo sarapannya. Menunya enak-enak, dari nasi goreng, mie goreng, ikan tuna saus asam manis, kentang+sosis, pancake dan puding! Aku sampai dua kali nambah nasi goreng lho wkwkwk.

Oh yaa, di hotel ini juga ada area bermain buat anak-anak. Ada meja dan kursi kecil, boneka-boneka, puzzle, buku-buku cerita, sampai mainan yang kayak menyusun balok-balok gitu. Enggak kefoto kayaknya padahal aku cukup lama main di situ sama Arkan. Pas yang lain masih berenergi lebih buat foto-foto, aku yang enggak terlalu suka difoto tentu melipir duluan bareng Arkan yang juga bosen lihat bundanya foto-foto wkwkwk.

Main apa aja Arkan sama Tante Eya? Main kayak pretend plays gitu (cmiiw ya kalau istilahnya salah) jadi pegawai Kementrian Kesehatan kayaknya. Soalnya dialognya Arkan ada semacam "Yang ini buat proyek kesehatan anak, nanti kamu urusin ya. Cepet ya." WKWKWKWK GEMES BANGET!!

🍀

Mau menyertakan foto-foto happy kami pas nginep di sana, tapi dilihat-lihat foto pas malem udah pada hinyai semua mukanya wkwkwk. Jadi ya udah enggak usah lah yaa, daripada nanti kalau mereka lihat pada protes wkwkwk.

Ada bagusnya juga kita enggak jadi milih liburan ke Yogyakarta. Kebayang kecewanya kayak gimana kalau harus dibatalin gara-gara corona keburu menyerbu 😔

Kalau teman-teman, terakhir liburan sebelum corona, ke mana nih?

eya.
Read More

A Late Late Late Report of The World of Ghibli Exhibition

Saturday, April 28, 2018


Aku tahu harusnya cerita ini diposting sejak tahun lalu. Udah nongkrong di draft sejak tahun lalu juga sih, dan aku sempat berpikir untuk dihapus aja karena acaranya udah kelewat lama dan kayaknya udah basi banget kalau baru dibahas sekarang. Tapi kok sayang yah? Aku enggak tenang kalau cerita dari perjalananku bertemu Totoro dan teman-temannya belum terposting di sini hehehe.

Jadi, The World of Ghibli Exhibition di Jakarta ini adalah bagian dari rangkaian acara ‘The World of Ghibli Jakarta’ yang diselenggarakan oleh Studio Ghibli dan Kaninga Pictures. Nah, The World of Ghibli Jakarta ini dimulai sekitar bulan April 2017 dengan pemutaran film-film Ghibli di bioskop-bioskop kesayangan anda ahaha. Kalau enggak salah, film pertama yang diputer adalah Spirited Away.

Oh ya, buat yang belum tahu Studio Ghibli, mereka adalah pembuat film-film animasi dari Jepang sejak tahun 1985, didirikan oleh Hayao Miyazaki, Isao Takahata dan Toshio Suzuki. Mungkin karyanya yang paling terkenal itu My Neighbor Totoro yaa yang juga jadi maskotnya Studio Ghibli. Tapi film-film animasi buatan mereka semuanya bagus-bagus menurutku (walaupun belum semuanya aku tonton sih, seenggaknya yang udah kutonton belum ada yang mengecewakanku hehehe). Aku sendiri baru kenalan sama Studio Ghibli waktu jaman kuliah, berkat Totoro juga. Dari sana kenalan deh sama karya-karya Studio Ghibli lainnya and I can’t help to fall in love :D

Nah, sekarang kembali lagi ke acara The World of Ghibli Jakarta. Selain pemutaran film-film Ghibli yang sebelumnya belum pernah ditayangkan di bioskop kita, ada juga acara-acara lain seperti lomba mewarnai dan melukis mobil, dan puncaknya adalah pameran yang diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta dari tanggal 10 Agustus sampai 17 September 2017. Buat yang enggak atau belum kesampaian mengunjungi Museum Ghibli di Jepang langsung kayak aku, tentu aja bersyukur banget dengan adanya pameran ini di Jakarta. Walaupun harga tiket masuknya lumayan mahal dan buat aku yang tinggal di Bandung tentu aja butuh ongkos lagi ke Jakarta, tapi itu enggak seberapa dibandingkan kebahagiaan begitu masuk arena pameran.

Read More

Jajanan dari Big Bad Wolf 2018

Saturday, April 14, 2018


Dari sejak pertama kali ada event Big Bad Wolf tahun 2016 (kalau enggak salah), aku udah pengiiin banget ke sana sebenernya. Apalagi setelah lihat postingan orang-orang yang habis belanja di sana. Kapan lagi kaan bisa beli buku-buku impor dengan harga miring di bawah seratus ribuan? Tapi yah, karena satu dan lain hal akhirnya selama dua tahun berturut-turut aku gagal terus mau ke sana hahaha. Cuma bisa mupeng aja lihatin haul-nya orang-orang yang abis belanja di sana :(

Tapiii akhirnya Big Bad Wolf tahun ini aku berhasil ke sana lho guys! Yeaay!

Hampir enggak jadi tadinya hahaha. Terus pas hari Kamis tanggal 29 Maret, temenku Echa ngajakin ke sana. Mendadak yaa, tapi you know lah kadang yang mendadak itu justru yang malah jadi. Sore itu juga kami beli tiket kereta ke Jakarta dan cari-cari rute buat jalan ke Big Bad Wolf di ICE BSD. Kita ke sana di hari Sabtunya, tanggal 31 Maret. Berangkat dari Stasiun Bandung jam 6.30 pagi dan sampai Stasiun Jatinegara jam 9.30. Terus dari Stasiun Jatinegara kita langsung lanjut pakai KRL ke Stasiun Cisauk (ganti kereta sampai tiga kali) dan dari sana lanjut naik Go-car ke ICE. Ini termasuk lama di jalan sih yaa, kita baru sampai ICE pas jam makan siang huhu. Yang enaknya nih, di Big Bad Wolf ini disediain food court juga, jadi kita enggak perlu ribet cari-cari tempat makan. Berhubung udah kelaperan, kita langsung aja ke food court dulu dan makan ayam geprek, isi bensin sebelum berjuang :D

Jadi, gimana perasaannya setelah berhasil ke Big Bad Wolf? Hahaha enggak gimana-gimana sih. Yang jelas sih, seneng yaa lihat jutaan buku-buku dengan harga super miring hahaha. Maaf ya aku norak, jarang-jarang ke bazaar buku soalnya :p
Read More

Cerita Dari Festival Pembaca Indonesia 2016

Friday, December 23, 2016

Telat enggak yaa baru bikin event report sekarang :p


Di bulan Desember, ada event yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca atau pecinta buku di Indonesia. Namanya Festival Pembaca Indonesia, yang lebih sering disebut IRF (Indonesian Reader Festival). Ini adalah event tahunannya Goodreads Indonesia. Tahun ini tahun ketujuh event berlangsung, tapi aku baru pertama kali datang kesana, kemana aja selama ini? Hahaha. Tahun lalu telat tahunya, udah hari H baru tahu ada event ini, mana masih di Bandung jadi enggak bisa nekad dateng. Tahun-tahun sebelumnya kayaknya aku terlalu kudet buat tahu tentang event ini hahaha. Yah better late than never kan yah :D

Karena event-nya berdekatan dengan tanggal merah Maulid Nabi, jadi kesempatan banget bisa sekalian pulang ke Bogor dong, enggak perlu PP Bandung-Jakarta seperti niat awal hehe. Tempatnya juga mudah dijangkau yaitu di Museum Nasional alias Museum Gajah. Aku datang cuma di hari kedua karena hari Sabtu-nya aku baru berangkat dari Bandung. Jadi hari Minggu pagi aku berangkat dari Stasiun Bojong Gede dan turun di Stasiun Juanda, dilanjut nge-Gojek deh ke museum. Oh ya, acara ini enggak dipungut biaya masuk, kita cuma perlu bayar tiket masuk museum seharga Rp.5000 saja. Jangan lupa ambil buku acara biar enggak blank :')

Jangan lupa bawa bekal buku untuk ikutan book swap, book blind date atau book war :D Dan jangan lupa juga bawa bekal air minum biar enggak dehidrasi :D

Aku sampai disana udah agak siang (perjalanan jauh yee bok) dan lokasi udah ramai banget. Begitu masuk, langsung disambut sama meja yang penuh deretan buku-buku untuk event book swap, book war, juga buku-buku yang sudah terbungkus rapi dan diberi clue untuk book blind date. Kita boleh bawa apapun buku-buku lama kita (asal bukan komik, majalah dan buku pelajaran) untuk ditukar dengan buku-buku yang sudah disediakan. Asik banget kan? Oh ya, selain book swap di meja utama itu, beberapa booth juga nyiapin buku-buku untuk di swap.

Aku sendiri enggak nyiapin banyak buku untuk IRF ini karena yah, berat yaa bok bawa-bawa buku sebanyak gambreng dari Bandung huhu. Tapi setelah lihat gimana ramainya dan teman-teman lain yang sharing hasil book swap-nya, kayaknya kalau tahun depan kesini lagi harus bawa lebih banyak buku untuk di-swap deh hehehe.

Read More

Berburu Harta Karun Di Carrefour

Wednesday, June 22, 2016

Aku adalah orang yang matanya selalu berbinar-binar dan jadi semangat kalau nemu toko buku! Terutama di tempat yang enggak diduga bakal ada toko buku. Yap, the meaning behind ‘Harta Karun’ pada judul di atas enggak lain dan enggak bukan, artinya adalah buku.

Jadi kostanku itu deket banget sama Carrefour. Kebetulan letaknya berseberangan banget sama kampusku (yang sekarang udah pindah gedung), jadi jaman kuliah dulu bisa tiap hari mampir kesini cuma buat jajan Mocca Float-nya KFC yang waktu itu harganya cuma lima ribu rupiah hahaha. Kalau sekarang sih, kadang-kadang aja mampir ke Carrefour, biasanya cari makan disaat bosen sama makanan sekitar. Nah, pas suatu hari kesana, aku agak kaget (tapi seneng banget) pas ngelihat di deket penitipan barang, ada dua rak/box gede gitu berisi buku-buku impor dengan harga lumayan miring! Wah, langsung deh matanya jelalatan terus penasaran pengin ngubek semuanya.

Read More

Little Journey: Taman Hutan Raya Dan Armor Kopi

Wednesday, March 2, 2016


Hari Minggu kemarin abis piknik ke Taman Hutan Raya atau biasanya disebut Tahura. Tujuan utamanya sih pengin nyobain Armor Kopi yang katanya kopinya bikin ketagihan itu. Dan emang bener lho, kopinya enak dan murah meriah! Harganya cuma sekitaran 15 sampai 20 ribuan. Pisang goreng sama cirengnya juga enak, murah meriah juga dan porsinya pas buat rame-rame. Sayangnya lupa nggak difoto penampakan kopi dan cemilan kita pagi itu saking semangatnya ngobrol haha. Maklum laah cewek-cewek kalau udah ngumpul kan bawaannya pengin ngobrol aja. Eh tapi foto-foto dikit masih sempat siih :p

view dari meja kita | masih pagi tapi udah rame :D
cemilan udah habis baru kepikiran foto-foto :p

Read More

Little Journey: Main Sama Rusa Di Ranca Upas, Ciwidey

Tuesday, January 19, 2016

Another keterlambatan post hehe. Sebagai manusia yang kurang gaul, aku nggak tahu penangkaran rusa di Ranca Upas ini lagi ngehits apa nggak. Tapi pas aku dan temen-temen kesana rame sih. Ranca Upasnya sendiri rame banget, banyak keluarga yang kemping disana. Mungkin karena pas musim liburan dan sekalian malem tahun baruan disana. Aku sendiri pertama tahu ada penangkaran rusa di Ranca Upas ini dari temen yang asli Ciwidey. Dia beberapa kali post foto bareng rusa-rusa imut menggemaskan ini. Agak sebel juga pas acara hiking dari kantor kemarin nggak sempat mampir ke penangkaran rusanya gara-gara salah jalan pas beres hiking >< Nah, kebetulan tahun baruan kemarin aku sama temen-temen nginep di Ciwidey, jadi sekalian deh main-main ke Ranca Upas. Seneng banget bisa lihat sekumpulan James Potter rusa yang ada disana. Cuma sayangnya belum lama disana, hujan udah turun aja, jadi nggak bisa lama-lama deh turun ke tanahnya. But we’re having fun after all.

rusa-rusa imut berkumpul
 

sebel banget itu yang ngegeletakin plastik sembarangan

hello there :D



maafkan penampakan punggung sayah :p

Menurut aku main ke tempat semacam ini asik banget lho! Terutama kalau lagi nggak musim hujan. Mungkin kita bisa lebih lama lagi main-main sama rusanya. Belum kesampaian nih, foto bareng sama rusanya hehehe. Dan seneng rasanya lihat banyak orang tua yang masih suka ngajak anaknya wisata ke alam. Oh ya, Tempat berteduh buat rusanya kurang besar buat nampung semua rusa. Harusnya dibikin beberapa jangan cuma satu. Kasihan kan rusa-rusanya pada kehujanan :(

tuh kasihan kan pada kehujanan :(

Buat yang lagi bosen main ke mall, boleh banget dicobain kesini. Seru kan, bisa main dan foto-foto sama rusa. Paling cocok buat para mama dan papa, bisa banget ngajak anak-anaknya main sekalian belajar kenalan sama alam. Satu aja saran dari aku, mending bawa bekal dari rumah kalau kesini. Kemarin kita jajan Bakso Malang yang rasanya menurutku nggak banget, porsinya juga sedikit, tapi harganya lumayan mahal. Tapi karena udah terlanjur dibeli (dan lapar juga) yaa ludes juga sih semangkok :p

bonus pemandangan dari tengah-tengah penangkaran rusa :D

Love,
Eya
Read More