50 Questions To Get To Know Me Better

Tuesday, June 4, 2019


Wow aku semacam menelantarkan blog akhir-akhir ini ahaha. Padahal sebenarnya banyak yang mau dan harus ditulis tapi yah, kadang kalau kita banyak maunya malah enggak ada yang kekerjain ya kan hahaha.

Sooo biar blog ini enggak kelihatan kayak enggak keurus banget, aku mau coba ikutan eksis ala para blogger lainnya dengan bikin postingan get to know me better hahaha. Sering lihat (dan aku cukup suka) fellow blogger bikin postingan macam ini dan sepertinya menyenangkan. Dan berhubung aku juga belum pernah bikin postingan yang semacam ini, boleh lah yaa sekali-sekali. 

By the way aku nemu 50 Questions ini random dari Tumblr. The questions are all in English, but I will answer mostly in Bahasa Indonesia because you know, my English is not that good hahaha. So, if you don’t mind, let’s do this :D
Read More

Hello The Old Taylor, Are You Back From Death?

Sunday, May 5, 2019


"I'm sorry, the old Taylor can’t come to the phone right now?" 
"Why? Oh, ‘Cause she’s dead!"

Masih ingat kan sama quote yang muncul di tengah-tengah lagu Look What You Made Me Do, single pertama dari album Reputation? Yes, di album Reputation itu image Taylor bener-bener beda banget sama album-album sebelumnya, enggak cuma dari penampilannya, lagu-lagunya juga. Dan itulah masa-masa di mana aku cuma bisa menghela nafas sedih karena kok rasanya susah banget buat suka sama image baru Taylor hahaha.

Tapi aku tetap happy karena Taylor masih bermusik dan surprisingly malah bisa suka suka sukaaa banget sama Reputation Stadium Tour hahaha.

Daan… tanggal 13 April 2019 adalah salah satu hari bersejarah buat para Swifties karena Taylor tiba-tiba bikin countdown via web official-nya dan instagram story. Countdown yang disetting untuk 13 hari setelah tanggal 13 April dengan background pastel dan sedikit gliter-gliter warna lembut juga. Dan pas lihat itu (pertama lihat di instastory) aku langsung kepikiran TS7 dan jelas doong langsung girang banget!

Read More

Top 5 Thursday: Game Of Thrones Episodes That Broke My Heart

Thursday, March 7, 2019


Berhubung dua hari belakangan ini diserang habis-habisan sama konten Game Of Thrones—mulai dari edisi spesial majalah Entertainment Weekly dilanjut official trailer season 8 alias finale season—yang tentu aja bikin mabok yaa huhuhu, jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu tentang the most epic TV series ini. Sekalian kan menyambut finale season yang bakal mulai tayang tanggal 14 April nanti. Cant hardly wait! 

Terus kenapa kok yang dibahas malah episode yang bikin patah hati? Ya karena aku tahu aku bakal banyak patah hati di season 8 nanti, jadi tulisan ini semacam latihan mental menghadapi episode-episode penuh broken heart yang akan segera dimulai bulan depan hahaha. Kebetulan aku juga lagi marathon rewatch dari season satu nih, jadi sekalian deh bahas yang udah lewat hahaha. 

Semua penonton Game Of Thrones mungkin punya kesamaan ya, patah hati pertama kita adalah saat Ned Stark dieksekusi di depan masyarakat Westeros dan dilihat oleh kedua putrinya. Bohong deh kalau enggak patah hati pas episode ini, di mana orang yang kita pikir adalah pemeran utama, yang akan mengubah segalanya, malah mati duluan begitu aja dan tanpa ada perlawanan. Reaksiku pas nonton episode ini bengong sampai credit title berjalan kayak baru disadarin “kok gini sih?” hahaha. Dari sini lah kita semua disadarkan kalau Game Of Thrones ini bukan serial kolosal biasa. 

Warning buat yang sama sekali belum pernah nonton serial Game Of Thrones tapi berniat mulai nonton, atau yang lagi nonton tapi masih di season-season awal, ini bakalan jadi major spoiler lho yaa. Jadi kalau memang enggak mau kena spoiler, yes you’ve been warned hahaha. 

By the way aku enggak ngurutin dari least broken heart to most broken heart karena semuanya bikin patah hati hahaha, jadi aku urutin berdasarkan season dan episode-nya saja. So, this is the top 5 Game Of Thrones episodes that broke my heart:
Read More

Sky Castle, When Education Is The Most Important Thing Your Parents Worry About

Saturday, February 16, 2019


Timeline twitter-ku sejak awal Januari (atau sejak Desember ya?) rame sama tweet atau retweetan yang ngomongin Sky Castle. Dan sebagai orang yang jarang banget nonton drama Korea, aku tadinya biasa aja. Tiap lihat tweet tentang Sky Castle ya dilewat aja gitu. Enggak penasaran sama sekali, terlebih pemainnya enggak ada yang familiar di mataku haha.

Sampai akhirnya akun @WatchmenID pun ngetweet tentang Sky Castle juga. Jarang-jarang kan ini akun bahas drama Korea. Dari sini mulai penasaran, baca sinopsisnya kok menarik yaa? Terus ternyata di waktu yang hampir sama, temanku cerita kalau dia lagi nonton Sky Castle dan katanya rame banget. Dia juga bilang kayaknya aku bakalan suka. Ya udah deh, berhubung pas itu episode-nya udah banyak (tinggal tiga atau dua episode terakhir kalau enggak salah) jadi aku cobain ikut nonton deh.

DAN TERNYATA MEMANG BAGUS BANGET DONG!!!

Sky Castle bercerita tentang kehidupan para keluarga kalangan atas yang tinggal di komplek perumahan elit bernama Sky Castle. Rata-rata yang tinggal di komplek Sky Castle adalah keluarga para professor dengan latar belakang keluarga yang juga bagus. Tentu saja mereka menjunjung tinggi yang namanya pendidikan untuk anak-anak mereka. Yak betul sekali, drama isinya para orang tua ambisius yang akan melakukan apa saja demi anak-anaknya bisa masuk universitas ternama di Korea atau bahkan di dunia.
Read More

Bye Bye 20s

Saturday, February 9, 2019


Yeah I know it’s already too late to post this kind of writing, but I need to write this because if I don’t, it will stuck in my head forever haha. 

Menjelang pergantian tahun dari 2018 ke 2019 tuh rasanya kayak campur aduk dan bikin mikir banget. Kayak yang sering aku bilang, time flies so fast and it’s scary hahaha. Rasanya baru kemarin aku ulang tahun ke dua puluh, eh tanpa disadari tahun ini aku bakal ninggalin club 20s.

Okay, I have left the club already. Haha.

Ulang tahunku cuma berjarak satu minggu dari tahun baru. Jadi yah aku sudah resmi bergabung dengan club 30s sekarang dan aaah enggak rela banget rasanya hahaha. Memang sih, setiap ulang tahun pasti kepikiran “wah gue nambah tua lagi” tapi entahlah umur 30 ini rasanya beda aja gitu perasaan nambah tuanya.

Karena masuk umur 30 tuh rasanya kayak berat banget. Umur segini tuh bukan umur yang muda lagi, kayak aku bener-bener ditarik paksa masuk ke dunia orang dewasa padahal secara mental ya belum siap (terus ke mana aja selama ini enggak mempersiapkan diri?). Ibuku aja sampai menekankan kalau aku udah bukan anak-anak lagi pas ngucapin hahaha. But Mom, believe me I will never ready for this hahaha.

Read More