Watching Horror Movies?

Thursday, July 19, 2018


Maaf kalau judul postingan ini mengecoh karena yang bakal aku bahas bukan film-film horror sebenernya hehe.

FYI, aku adalah tipe orang yang bakal mikir seribu kali sebelum nonton film horor. Karena aku dari dulu penakut banget, kalau abis nonton horor pasti enggak bisa tidur lah, ke kamar mandi takut lah, denger suara aneh sedikit langsung parno. Butuh banyak pertimbangan banget lah kalau mau nonton horor. Kayak waktu mau nonton Pengabdi Setan beberapa bulan lalu, mikir mau nonton apa enggak aja lama dan mikirin dampaknya bakal gimana hahaha. Walaupun pada akhirnya tetep nonton—di siang hari—dan alhamdulillah enggak terlalu takut setelah nonton. Tapi tetep aja, aku masih perlu mikir seribu kali sebelum nonton walaupun udah enggak sepenakut dulu hehehe.

Oh ya, ini aku bukan mau bikin review Pengabdi Setan yaa hehehe. Aku mau sharing tiga film yang aku tonton pas libur lebaran kemarin (iya tahu liburnya udah lama lewat), dan entah ini kebetulan macam apa, tiga film yang kutonton secara berurutan adalah film hantu atau berhubungan dengan dunia orang mati. Wow. Beneran, ini enggak disengaja. Baru ngeh pas masukin ke thread film aku di twitter, kok ini tontonanku film hantu semua ya?

Tapi ketiga film hantu ini sama sekali enggak seram apalagi bikin parno setelah nonton. Justru bikin emosional dan terharu hahaha iya lah, orang genrenya juga drama sih sebenernya. Cocok buat kalian-kalian yang enggak suka nonton horor. Tenang aja, hantu-hantunya enggak ada yang bikin takut kok, malah bikin sedih dan terharu. Aku review berdasarkan urutan aku nonton ya, cekidot...

Read More

Why Hating When You Can Ignore?

Friday, May 25, 2018


Akhir-akhir ini aku sering banget dibikin mengernyitkan dahi kalau baca artikel atau postingan tentang apapun, baik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, dunia fandom, dan yang paling bikin mengernyit terutama dari dunia politik. Karena di banyak artikel atau postingan tentang apapun, hampir selalu ada yang namanya hate speech. Kayaknya orang-orang tuh makin ke sini makin enggak peduli sama perasaan orang lain dan seenaknya aja menebar komentar jahat di internet. Komentar yang enggak cuma bikin geleng-geleng kepala, tapi juga bikin ngurut dada saking jahatnya.

Coba deh, yang suka scrolling di komentar instagram seleb pasti enggak sedikit kan ketemu komentar jahat? Isinya enggak jauh-jauh dari bodyshaming lah, SARA lah, dan yang paling bikin ngurut dada tuh komentar jahat soal anak orang, mana anaknya masih bayi! Wow really, people? Aku selalu bertanya-tanya tiap ketemu yang kayak gini “kok bisa sih?”. Kok bisa sih, mereka sebernyali itu ninggalin komentar sejahat itu? 

Contoh nih ya, dari dunia fandom dan kebetulan fandomku sendiri, Swifties. Mungkin kalian tahu kalau buanyak banget orang yang benci sama Taylor Swift. Sebagai Swifties, jujur aja aku enggak tahu kenapa orang se-sweet Taylor bisa punya hater sebanyak itu? Apakah karena dia bikin lagu yang terinspirasi dari mantan? Hey, enggak cuma Taylor yang bikin lagu tentang mantan lho. Banyak penyanyi lain yang juga bikin lagu untuk mantan mereka tapi kenapa kalian segitu bencinya sama Taylor, hey? Hahaha maaf kebawa emosi.
Read More

A Late Late Late Report of The World of Ghibli Exhibition

Saturday, April 28, 2018


Aku tahu harusnya cerita ini diposting sejak tahun lalu. Udah nongkrong di draft sejak tahun lalu juga sih, dan aku sempat berpikir untuk dihapus aja karena acaranya udah kelewat lama dan kayaknya udah basi banget kalau baru dibahas sekarang. Tapi kok sayang yah? Aku enggak tenang kalau cerita dari perjalananku bertemu Totoro dan teman-temannya belum terposting di sini hehehe.

Jadi, The World of Ghibli Exhibition di Jakarta ini adalah bagian dari rangkaian acara ‘The World of Ghibli Jakarta’ yang diselenggarakan oleh Studio Ghibli dan Kaninga Pictures. Nah, The World of Ghibli Jakarta ini dimulai sekitar bulan April 2017 dengan pemutaran film-film Ghibli di bioskop-bioskop kesayangan anda ahaha. Kalau enggak salah, film pertama yang diputer adalah Spirited Away.

Oh ya, buat yang belum tahu Studio Ghibli, mereka adalah pembuat film-film animasi dari Jepang sejak tahun 1985, didirikan oleh Hayao Miyazaki, Isao Takahata dan Toshio Suzuki. Mungkin karyanya yang paling terkenal itu My Neighbor Totoro yaa yang juga jadi maskotnya Studio Ghibli. Tapi film-film animasi buatan mereka semuanya bagus-bagus menurutku (walaupun belum semuanya aku tonton sih, seenggaknya yang udah kutonton belum ada yang mengecewakanku hehehe). Aku sendiri baru kenalan sama Studio Ghibli waktu jaman kuliah, berkat Totoro juga. Dari sana kenalan deh sama karya-karya Studio Ghibli lainnya and I can’t help to fall in love :D

Nah, sekarang kembali lagi ke acara The World of Ghibli Jakarta. Selain pemutaran film-film Ghibli yang sebelumnya belum pernah ditayangkan di bioskop kita, ada juga acara-acara lain seperti lomba mewarnai dan melukis mobil, dan puncaknya adalah pameran yang diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta dari tanggal 10 Agustus sampai 17 September 2017. Buat yang enggak atau belum kesampaian mengunjungi Museum Ghibli di Jepang langsung kayak aku, tentu aja bersyukur banget dengan adanya pameran ini di Jakarta. Walaupun harga tiket masuknya lumayan mahal dan buat aku yang tinggal di Bandung tentu aja butuh ongkos lagi ke Jakarta, tapi itu enggak seberapa dibandingkan kebahagiaan begitu masuk arena pameran.

Read More

Jajanan dari Big Bad Wolf 2018

Saturday, April 14, 2018


Dari sejak pertama kali ada event Big Bad Wolf tahun 2016 (kalau enggak salah), aku udah pengiiin banget ke sana sebenernya. Apalagi setelah lihat postingan orang-orang yang habis belanja di sana. Kapan lagi kaan bisa beli buku-buku impor dengan harga miring di bawah seratus ribuan? Tapi yah, karena satu dan lain hal akhirnya selama dua tahun berturut-turut aku gagal terus mau ke sana hahaha. Cuma bisa mupeng aja lihatin haul-nya orang-orang yang abis belanja di sana :(

Tapiii akhirnya Big Bad Wolf tahun ini aku berhasil ke sana lho guys! Yeaay!

Hampir enggak jadi tadinya hahaha. Terus pas hari Kamis tanggal 29 Maret, temenku Echa ngajakin ke sana. Mendadak yaa, tapi you know lah kadang yang mendadak itu justru yang malah jadi. Sore itu juga kami beli tiket kereta ke Jakarta dan cari-cari rute buat jalan ke Big Bad Wolf di ICE BSD. Kita ke sana di hari Sabtunya, tanggal 31 Maret. Berangkat dari Stasiun Bandung jam 6.30 pagi dan sampai Stasiun Jatinegara jam 9.30. Terus dari Stasiun Jatinegara kita langsung lanjut pakai KRL ke Stasiun Cisauk (ganti kereta sampai tiga kali) dan dari sana lanjut naik Go-car ke ICE. Ini termasuk lama di jalan sih yaa, kita baru sampai ICE pas jam makan siang huhu. Yang enaknya nih, di Big Bad Wolf ini disediain food court juga, jadi kita enggak perlu ribet cari-cari tempat makan. Berhubung udah kelaperan, kita langsung aja ke food court dulu dan makan ayam geprek, isi bensin sebelum berjuang :D

Jadi, gimana perasaannya setelah berhasil ke Big Bad Wolf? Hahaha enggak gimana-gimana sih. Yang jelas sih, seneng yaa lihat jutaan buku-buku dengan harga super miring hahaha. Maaf ya aku norak, jarang-jarang ke bazaar buku soalnya :p
Read More

Unnatural, a Touching and Heart Warming Investigation Drama

Friday, March 30, 2018

picture from asianwiki

Sebagai penikmat segala macam genre drama/film (kecuali horror dan thriller), salah satu genre yang paling aku suka adalah crime atau investigation drama atau bahasa simpelnya drama detektif-detektifan haha. Entah sejak kapan aku suka banget nonton drama bergenre ini, terutama yang berasal dari Jepang. Mungkin kebawa karena dari kecil aku suka baca Detektif Conan? Bisa jadi. Atau kebetulan crime drama yang selama ini kutonton memang bagus-bagus? Ini lebih oke sih, alasannya hehehe. Apa ya, aku tuh suka banget kalau diajak tegang setiap nonton serial hahaha. Dan biasanya aku bakalan senang dan makin terpacu adrenalin kalau ternyata tebakanku malah salah. Kenapa? Itu berarti alur ceritanya enggak ketebak kan, seenggaknya sama orang yang otaknya suka absurd kayak aku hahaha. 

Nah bulan ini aku baru ketemu satu drama yang menurutku baguuuusss banget banget banget. Bahkan aku udah nobatin drama ini sebagai drama terbaik yang aku tonton tahun ini, so far sih karena kan ini masih bulan ketiga hahaha. Sebuah drama dari Jepang berjudul Unnatural. Dan ini pertama kalinya aku nonton crime drama yang fokus di tim forensik and I’m so in love with this drama dan segala detail yang ada di dalamnya. 

Menceritakan Misumi Mikoto (yang diperankan oleh mbak idolaku, Ishihara Satomi), seorang ahli patologi yang bekerja di UDI (Unnatural Death Investigation) Lab. Tentu saja Mikoto enggak bekerja sendirian di UDI ini, ada rekan-rekan kerjanya Mikoto yang enggak boleh kelewat disebut dong, Nakado Kei (Iura Arata) si judes yang udah jauh lebih senior dari Mikoto, Shoji Yuko (Ichikawa Mikako) yang jadi partner kerja sekaligus partner lawaknya Mikoto, si anak magang Kube Rokuro (Kubota Masataka), dan si Pak Direktur UDI Lab Kamikura Yasuo (Matsushige Yutaka). Pekerjaan mereka adalah menginvestigasi kematian-kematian yang dianggap enggak natural alias kematian yang enggak wajar mungkin ya? Dan yang mereka kerjakan tuh bukan cuma sebatas membedah mayat dan mencari tahu penyebab kematiannya aja, mereka kadang ikutan jadi detektif buat nyari apa yang terjadi di balik kematian orang-orang ini. 
Read More