Rekomendasi Film Buat Nemenin Liburan

Monday, December 21, 2020


Liburan sebentar lagiii~~ *oh salah yaa itu harusnya lebaran wkwk*

Tapi memang liburan sebentar lagi kan? Liburan Natal dan Tahun Baru, walaupun katanya libur akhir tahun udah di-cancel sama pemerintah, kayaknya di beberapa tempat sih tergantung kantor masing-masing aja yaa mau ngasih libur apa enggak.

Berhubung kita masih disuruh untuk #DiRumahAja alias Stay At Home, jadi apa lagi yang paling asik dilakukan saat liburan di rumah selain nonton? Yaa ada aja sih, yang enggak suka nonton mah bakal nyari hal lain buat dilakukan hahaha. Tapi hiburan yang paling mudah dilakukan kayaknya sih, nonton.

Jadiii... aku yang hobinya nonton ini berbaik hati mau berbagi daftar tontonan seru yang bisa jadi teman liburan niih. Sengaja pilih dari beberapa genre, jadi biar teman-teman bisa milih sendiri mau nonton apa sesuai preferensi masing-masing.

The Martian (2015)
credit: imdb

Menceritakan Mark Watney (Matt Damon) yang terdampar di Mars setelah timnya mengalami masalah saat evakuasi dari badai pasir. Disangka sudah tewas, Mark malah terselamatkan karena antena menusuk perutnya dan secara enggak senaja menutup kebocoran di pakaiannya.

Yak, jadi The Martian itu ceritanya tentang bagaimana Mark bertahan hidup seorang diri di Mars. Like, bener-bener seorang diri! Kebayang enggak sih, lo? Nyasar di daerah yang enggak dikenal aja tuh pasti ketakutan kaan? Nah ini, dia terdampar seorang diri di planet lain. A whole planet lho!

Dan bukan hanya gimana Mark bertahan hidup, di sini juga diceritakan bagaimana NASA akhirnya menemukan kalau Mark masih hidup dan mencoba bertahan hidup di Mars. Lalu akhirnya mereka menyusun misi untuk menyelamatkan Mark.

One of my favorite sci-fi's movie! Dulu pernah tayang di bioskop tahun 2015, tapi kayaknya aku enggak dengar cukup banyak hype soal film ini. Tenang aja, ini cukup ringan enggak bikin sakit kepala kayak Interstellar kok wkwkwk.

Walaupun genrenya sci-fi dan tetap aja banyak pembahasan ilmiahnya, The Martian ini tuh sangat menyenangkan dan seru untuk ditonton. Kita bisa ikut merasa sedih membayangkan gimana Mark sendirian di Mars, dan bisa juga ikut kesal dengerin perdebatan para petinggi di NASA, tapi bisa juga ketawa-ketawa senang lihat cara-cara yang dilakukan Mark untuk bertahan hidup, salah satunya adalah dengan menanam kentang!

Mirai (2018)
credit: imdb

As expected dari Hosoda Mamoru yang membuat anime movie lainnya seperti Wolf Children, Summer Wars, dan The Girl Who Leap Through Time. Mirai ini ide ceritanya sederhana dengan beberapa bumbu magis tapi menghangatkan hati.

Karakter utamanya seorang anak kecil berusia lima tahun, bernama Kun-chan yang baru saja kedatangan seorang adik perempuan.

Sebagaimana anak-anak kecil yang baru punya adik, Kun-chan merasa perhatian kedua orangtuanya teralihkan sepenuhnya ke si adik (namanya Mirai). Dia sering merasa terabaikan, enggak diperhatikan, dan jadinya kesal sampai sering hampir memukul adiknya.

Tiap kali Kun merasa kesal/sedih, entah gimana dia selalu masuk ke dunia lain (entah ini sebutannya apa yaa mimpi atau khayalan) yang kemudian membawanya ke dalam petualangan-petualangan seru di masa lalu, masa depan, atau hanya di current time yang kemudian bisa membuka mata dan hatinya.

Simple banget sih ceritanya, tapi hangat. Menurutku ini cocok banget ditonton sekeluarga, bisa ngasih insight buat para orangtua juga mungkin, gimana caranya memberi penjelasan ke si kakak soal adiknya. Halah tahu apa gue soal ginian hahaha.

Love For Sale 2 (2019)
credit: imdb

Memang sih, ini film kedua yang mungkin bakal kurang rasanya kalau enggak nonton film pertamanya. Ceritanya dengan film pertamanya enggak terlalu berhubungan selain tema besarnya, jadi kalau mau langsung nonton ini bisa-bisa aja sih. Tapi kalau mau mengerti lebih banyak, bisa nonton film pertamanya dulu, bagus juga kok lagian filmnya.

Pekerjaan Arini (Della Dartyan) kali ini membawanya ke sebuah keluarga Minang yang sangat Minang banget. Ican (Adipati Dolken), si anak kedua dari keluarga Sikumbang yang setiap saat ditanyain jodoh, dituntut ibunya untuk cepat menikah, akhirnya memutuskan untuk mendaftar di Love.inc dan menyewa jasa Arini selama 40 hari untuk jadi seseorang yang bisa dekat dan menenangkan ibunya.

Kehadiran Arini di samping ibu Ican pun berhasil mengubah banyak hal. Walaupun masih bawel nanyain Ican terus, seenggaknya Ibu jadi lebih adem dan tenang karena adanya Arini yang dia yakini akan menjadi pasangan yang baik untuk putranya.

Banyak orang bilang Love For Sale 2 enggak sebagus yang pertama (yang diperankan oleh Gading Marten). Tapi aku pribadi jauh lebih suka yang kedua sih, karena yang main Adipati family issue-nya lebih pekat. Malah bisa dibilang Love For Sale 2 adalah salah satu film Indonesia terfavoritku.

Beda dengan Love For Sale pertama di mana Arini sendiri menjadi pendamping pemeran utama, di sini dia lebih sebagai orang luar yang memberi warna baru kepada keluarga Ican.  Karena konflik-konflik di film ini yaa berputar di keluarganya Ican. Tapi justru di film kedua ini kita jadi lebih paham apa yang dirasakan Arini. Dia bukan orang brengsek yang ada untuk menghancurkan hati para pria, justru kehadiran memberi banyak perubahan baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Kapan-kapan kayaknya aku pengin bahas khusus soal Arini siih, mengingat masih banyak banget orang kelewat baper yang bilang Arini jahat, Arini brengsek. Weeey sini berantem sama gue, pembela Mbak Arini nomer satu niih wkwkwkw.

Little Women (2019)
credit: imdb

Kayaknya ini film terakhir yang aku tonton di bioskop deh. Enggak menyesal deh, bela-belain pergi nonton pulang kerja, sendirian, sebelum pandemi menyerang dan enggak bisa ke bioskop lagi huhu. Yaa sekarang bioskop udah pada buka lagi sih, tapi aku masih enggak yakin untuk ke bioskop.

Diangkat dari novel klasik dan sudah beberapa kali diadaptasi menjadi film atau serial TV. Menceritakan gadis-gadis keluarga March, yang berfokus pada Jo March (Saoirse Ronan) si anak kedua yang tomboy dan punya cita-cita menjadi penulis. Sebagai perempuan pada masa itu, Jo tidak punya keinginan untuk menjadi seorang istri ataupun ibu, saat kakaknya Meg (Emma Watson) akan menikah, dia malah mengajaknya kabur aja.

Film yang sangat penting buat perempuan sih, menurutku. Pada masa itu, pemikiran orang-orang masih sangat standar di mana perempuan cita-citanya mentok di menjadi seorang istri atau ibu yang baik untuk anak-anaknya nanti. Di masa itu, seorang Jo March adalah anomali karena lebih mementingkan cita-citanya daripada kehidupan percintaan.

Dari sini juga kita belajar kalau impian apapun adalah valid. Meg yang ingin kehidupan percintaan yang sederhana, Amy (Florence Pugh) yang ingin menikah dengan orang kaya, Beth (Eliza Scanlen) yang hanya ingin bermain piano, atau Jo yang sangat ingin menjadi penulis.

Dulu aku suka banget Little Women versi tahun 1994 di mana Winona Ryder yang memerankan Jo March, tapi kayaknya sekarang favoritku bergeser jadi Little Women versi terbaru ini. Saoirse Ronan sebagai Jo March is so powerful! Adegan Jo ngobrol sampai nangis sama ibunya di loteng rumah itu bener-bener masuk ke hati banget deh. Aku suka banget bagaimana cerita klasik ini masih sangat relevan sampai sekarang.

Dan bonus dari Little Women 2019 ini adalah chemistry antara Saoirse Ronan dan TimothΓ©e Chalamet yang memerankan Laurie (di versi 1994 diperankan oleh Christian Bale) uuuww I really like their friendship, on or off screen :')

Silver Lining Playbook (2012)
credit: amazon

Aku cukup jarang dengar orang-orang ngomongin film ini, padahal ini bagus. Membahas bukan cuma soal cinta, tapi dari sudut pandang orang-orang yang mengidap gangguan psikologis.

Silver Lining Playbook bercerita tentang Pat (Bradley Cooper) yang baru keluar dari rumah sakit jiwa setelah 8 bulan menjalani perawatan akibat perceraian dengan istrinya. Pat kembali ke rumah orangtuanya dan bertekad untuk mendapatkan kembali Nikki, mantan istrinya. Tentu saja Nikki enggak mau langsung menerima Pat yaa dengan kondisinya yang seperti sekarang.

Di suatu makan malam yang diadakan oleh sahabatnya, Pat bertemu dengan Tiffany (Jennifer Lawrence) yang mengidap depresi setelah kematian suaminya. Setelah obrolan di makan malam itu, Tiffany sering mengikuti Pat, tapi Pat besikeras untuk kembali mendekati Nikki. Tiffany lalu menawarkannya bantuan untuk mendekati Nikki asalkan Pat mau menemaninya mengikuti kompetisi menari.

Sekilas memang cuma seperti premis cerita romcom yaa, tapi dengan background kedua karakter utamanya yang mengidap gangguang psikologis, cerita Silver Lining Playbook ini jadi lebih kompleks dan memiliki makna yang cukup dalam.

Di sini kita bisa lihat kalau ngobrol sama orang tuh, harus memperhatikan kata-kata kita, apalagi kalau lawannya orang yang sangat sensitif. Mungkin aja omongan asal kita malah menyakiti hatinya. Kita juga bisa lihat dari film ini kalau setiap orang punya sisi gilanya masing-masing, ada yang bisa sampai meluap-luap, ada juga yang hanya diam saja. Film yang cukup penting untuk ditonton sih.


**


Udah yaa lima aja hahaha. Kenapa filmnya enggak ada yang bener-bener baru? Karena yaaa aku belum nonton film-film baru, baik yang tayang di streaming service ataupun bioskop. Tapi film-film yang aku sebut di atas masih sangat relate dan menyenangkan buat ditonton kapan aja kok.

Terus, nontonnya di mana Kak? Kelima film itu udah tersedia semuanya di Netflix yaa... aku sengaja cari film-film yang gampang diaksesnya biar enggak pada pusing nyari hehehe.

Ada yang udah teman-teman tonton dari kelima film di atas? Atau masih ngasih rekomendasi lain buat nemenin liburanku, boleeeeh bangeeeet ditungguu~~ :D

eya.

17 comments

  1. Pas banget aku baru langganan Netflix dan sedang cari-cari ingin nonton apa. Eh hari ini dapat rekomendasi film dari Kak Eya πŸ™ˆ terima kasih lho, Kak!

    Semua film yang Kakak sebutkan belum ada yang aku tonton. Iya The Martian juga belum padahal itu sempat hits pada saat dia keluar, tapi aku kurang tertarik nontonnya saat itu πŸ˜‚

    Kalau sekarang, dari ke 5 judul yang Kak Eya rekomendasiin, aku paling tertarik nonton Little Women. Selain karena bukunya yang katanya baguss, pemerannya juga ada Emma Watson. Aku suka sekali sama Emma, apalagi kalau dengar Emma ngomong 😍. Udah aku masukin my list di Netflix, tinggal cari waktu untuk nontonnya 🀭

    Happy holiday Kak Eya πŸ₯°πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaaay senang bisa ngasih rekomendasi buat Liaa 😊

      Ayo sekarang ditonton The Martian Liaa filmnya baguuuss banget mana tau sekarang lebih tertarik 😁 eh btw The Martian juga adaptasi dari novel lho, Lia tau ga?

      Logat British Emma tuh emang nagih yaa dengernya. Kayak yang Inggris banget gitu (komentar apaan ini)

      Happy holiday juga Liaa πŸ₯°

      Delete
    2. Aku baru tahu kalau The Martian ini adaptasi dari novel 🀣. Nanti aku coba lihat trailernya dulu ya, Kak Eya hahaha terima kasih atas rekomendasinya!

      Btw, aku udah nonton The Little Women dan ceritanya heartwarming sekaliii. Aku jadi ingin menjadi salah satu saudara March deh 🀣
      Logat Emma beneran nagih banget huahahaha Emma juga cantik sekali, elegan gitu tampilannya. Aku jadi suka banget lihat Emma 🀣

      Delete
    3. Iya Liaa tapi aku sendiri belum baca novelnya hahaha katanya lebih seru siih daripada filmnya πŸ˜†

      Seru yaa kayaknya berada di tengah-tengah keluarga March? Semuanya keren, punya impian masing-masing, terus saling support jugaa πŸ’• Apalagi pas adegan di pesta dansa ituuu yang dia pakai gaun warna pink, uuuww cantiknyaaaa 😍

      Delete
  2. Aku tertarik dengan Silver lining playbooks! Wah film rekomendasinya bagus-bagus semua nih. Kemarin aku baru aja selesai nonton Perfect blue, film ini bagus bgt menurutku, bicara soal krisis identitas dari seorang idol yg ingin pindah profesi menjadi aktris . Mungkin kak Eya tertarik untuk menonton :)

    Happy holiday & stay safe kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeess ayo ditonton Silver Lining Playbooks Rekaa 😁

      Waah aku udah nonton Perfect Blue dan bikin melongo filmnya sumpah T___T denger2 film ini yang menginspirasi film Black Swan lho, tapi karena animasi jadi kayaknya masih banyak orang yang ga tau yaa karena bukan preferensi semua orang.

      Happy holiday dan stay safe juga Reka πŸ’•

      Delete
  3. Waah aku udah lama penasaran dengan Love For Sale tapi yang sekuel pertama yang ada Gading Marten. Cuma masih on and off karena ragu ajaa hahaha kemarin ini aku abis nonton film Indonesia "Test Pack: You're My Baby", tentang hubungan pasutri yang terancam karena isu susah punya anak. Yang main Reza Rahadian dan Acha Septriasa terus sutradaranya Monty Tiwa. Karena tahu film dramanya Monty Tiwa itu biasanya bagus, akhirnya nonton deh bareng suami. Ternyata memang bagusss walau plotnya klise (':

    Terus sekarang ini lagi namatin serialnya Sex and The City di HBOGO. Parah sih, aku langganan sebulan demi nonton serial ini DOANG, Eyaaaa parah parah 🀣 tapi nonton ini kayak pas gitu lho untuk bulan Desember. Setting-nya di New York, soundtrack-nya full lagu-lagu jazz hihi

    Btw, thank youuuu so much, Eyaa untuk rekomendasinya! Eh iya ngomong-ngomong Jennifer Lawrence, kamu udah nonton filmnya yang Joy belum? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pertama juga bagus kok Janeee ayo coba ditonton 😁 ceritanya realistis banget dan aktingnya Gading Marten di situ baguus banget aku sampai amazing πŸ˜‚ oiyaa Test Pack sering nih direkomendasiin, tapi aku belum nonton. Nanti nonton aah, thank you Jane πŸ’•

      Waaah tayangnya eksklusif di HBO Go yaa? Ini masih nyambung sama yang film ga Jane? HBO Go sebenernya serialnya banyak yang bagus jugaa..

      Joy aku belum nonton! Eh itu padahal film lama jugaa barusan googling 😁

      Delete
    2. Siappp, udah masuk wishlist kok buat ditonton bareng suami nanti πŸ˜†

      Iyaaa, cuma tayang di HBOGO. Mau nggak mau mengeluarkan budget tidak terduga hanya untuk nonton serial wkwkwk justru aku nonton serialnya karena pengen tahu cerita awal mereka berempat dan kisah cintanya Carrie dan Mr. Big. Ternyata seru banget! Harus nonton, Eyaa kalau suka SATC :D

      Delete
  4. Hampir semuanya udah kutonton kecuali love for sale, yeay...
    tapi mau nonton ulang the martian ah, kayaknya udah lama ga nonton lagi filmnya...

    Eya, terimakasih rekomendasinyaa....
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin sebelum nulis ini juga baru rewatch The Martian niih, masih asik ditonton sekarang-sekarang juga πŸ˜†

      Sama-sama Adyy

      Delete
  5. Yang udah aku tonton cuma The Martian sama Little Women hahahahaha. Silver Lining Playbook sepertinya menarik. Makasih kak Eya rekomendasinya.
    Kalau film rekomendasiku untuk liburan adalah...The Grinch, Arctic, Beauty and the Beast, Little Forest (film Korea), dan The Nightmare before Christmas (yang klasik selalu menarik) wkwkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tonton Endaah Silver Lining Playbook, baguuuss filmnya πŸ˜†

      Hehehhe udah nonton semuaa tapi Little Forest aku bonton yang versi Jepangnya. Filmnya calming gitu yaaa.. Kalau The Nightmare Before Christmas itu kayak film wajib tonton di libur natal ga siih wkwkwk

      Delete
  6. Aku baru nonton yang The Martian sama Little Woman doang dan aku suka banget! Sisanya belom pernah ada yang aku tonton sih meskipun udah pernah liat juga. Pengen coba nonton yang Silver Lining Playbook itu deh, tentang psikologi dan mental ya kayaknya. Aku lagi tertarik nih film yang gini.
    Thanks untuk rekomendasinya Mba!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa tema psikologi dan mental health di Silver Lining Playbook emang kental banget. Nontonnya jadi cuku menguras emosi tapi jadi paham masalah2 tertentu bisa bikin mental orang terganggu. Sama-samaaaπŸ’•

      Delete
  7. Dari lima film di atas hanya film pertama saja yang pernah saya tonton yang lainnya tau judulnya saja baru sekarang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa sengaja biar jadi lebih banyak yang tau hehehe ayo ditonton buat temen liburan πŸ˜†

      Delete