Cerita Rakyat Dari Taylor Swift

Saturday, August 15, 2020


Enggak salah kan yaa aku bikin judul begini? Hahaha

Aku masih di tengah haru-biru gara-gara Haikyuu tamat, dan masih cukup devastated karena one of my favorite actor passed away seminggu sebelumnya :( eh tahu-tahu muncul foto-foto hitam putih dengan caption panjang yang diposting sama Mbak Cantik kesayangan... and surpriseeee... it's TS.8 y'all!! Terus sama Endah malah dikirain thread horor wkwkwk. Kaget banget siiih tahu-tahu dia rilis album baru padahal album sebelumnya, Lover belum genap setahun! Kan enggak biasanya dia ganti era secepat ini! Weeeeyyyy...

Taylor bilang, kalau gara-gara pandemi, banyak rencana dia yang akhirnya enggak bisa terwujud tahun ini, tapi malah hal-hal yang enggak direncanakan terwujud dan salah satunya adalah album ini. Kasih tepuk tangan yuk buat Mbak Tay Tay yang produktif banget selama di rumah aja. Gila sih, enggak pakai woro-woro, enggak pakai teaser, langsung keluarin 16 lagu dengan MV pertamanya dari track#2 yaitu cardigan.

Enggak nanggung-nanggung, langsung buka PO album dengan pilihan 8 versi (IYA 8 VERSI NGALAH-NGALAHIN ARTIS KPOP WEEY) dan masing-masing ada 3 versinya lagi, yaitu CD, Vinyl dan kaset! Mbok ya pelan-pelan tho Mbak...

Nonton cardigan dulu guys, dengarkan dan resapi...

Seperti judul albumnya, folklore yang berarti cerita rakyat, album ini berisi cerita-cerita yang Taylor tulis. She's no longer talk about herself, her love life, or her scandal only. Dari album ini, Taylor juga bercerita lewat perspektif orang-orang yang pernah dia kenal sampai yang enggak pernah dia temui sebelumnya, misalnya ada beberapa lagu yang ceritanya berdasarkan pemilik sebelumnya rumah Taylor yang di Rhode Island.

Mungkin kalau penulis biasanya nulis cerita dalam media cerpen, novel, atau even fanfiction, nah Taylor nulis cerita dalam media lagu.

Dan memang perasaan sewaktu dengerin folklore (ini memang styling-nya pakai huruf kecil semua yaa) tuh, kayak malem-malem, hujan, or whatever pokoknya cuaca dingin, ditemenin teh anget, terus didongengin. Anaknya Mbak Cantik nanti pasti bahagia banget bisa didongengin langsung :(( Terus kalau kita dengerin lagu-lagu di album ini pasti kerasa beda jauuuuh sama album-album Taylor sejak pindah aliran ke pop. Hmm enggak balik ke country lagi sih yaa, but it almost sounds like her old country albums huhuhu kebayang betapa bahagianya aku T___T

Dari lirik sampai melodi semuanya terdengar kayak album Taylor awal-awal tapi dengan pendewasaan yang kental banget. Kayak yang aku kutip di beberapa paragraf sebelumnya, pendewasaan Taylor dalam nulis lagu aja udah kelihatan dari gimana dia nulis bukan cuma dari perspektifnya sendiri, tapi dari perspektif orang lain. I'm so proud of her I might cry all night long again...

Karena album ini dibuat di masa karantina, Taylor ngerekam semua lagu di album ini di rumahnya, di Los Angeles. Dia juga bekerja sama untuk penulisan dan produce album secara remote sama Aaron Dessner dari The National dan partner nulis favoritnya, Jack Antonoff. Beberapa review bilang, album ini kerasa banget vibe The National-nya karena diproduseri oleh Aaron Dessner, tapi too bad aku enggak kenal lagu-lagunya The National jadi enggak bisa komentar soal ini huhuhu maaf :(


Nah, sekarang saatnya kita review 16 lagu di album folklore ini!! Btw ini berdasarkan apa yang aku tangkap dan pahami dari liriknya aja yaa... jadi kalau ada yang nangkapnya beda, boleh diskusi tapi enggak usah berantem yaa? Hahaha.

the 1
Track pertama di folklore ini kayak nyeritain seseorang yang masih dibayang-bayangi sama mantannya, atau cinta yang enggak kesampaian, atau saling sayang tapi enggak terungkapkan, dan pikiran-pikiran tentang gimana kalau seandainya "kamu tuh mungkin bisa jadi the one kalau bla bla bla". 

"I guess you never know, never know
And if you wanted me you really should've showed
And if you never bleed you're never gonna grow
And it's alright now."

Lagu ini tuh kayak apa yaa... surat cinta untuk si mantan? Bukan surat cinta yang ngajak balikan, atau belum bisa move on tapi justru sebagai disclosure, yang udah mengikhlaskan segalanya gitu. Iya enggak sih? Ini mungkin biasa aja yaa, tapi aku cukup takjub Taylor naruh lagu berjudul the 1 di track pertama ahaha.. Dan kalau enggak ngigau pas baca artikel, lagu ini justru ditulisnya paling belakangan.

cardigan
Lagu pertama dari folklore yang dia bikin MV-nya dan aku merinding pas pertama kali lihat dan denger lagu ini. Liriknya tuh gimana ya? Dari awal musiknya aja tuh kayak udah bikin merinding, dan setelah baca liriknya makin terasa betapa deep lagu ini.

"But I knew you'd linger like a tattoo kiss
I knew you'd haunt all of my what-ifs
The smell of smoke would hang around this long
Cause I knew everything when I was young
I knew I'd curse you for the longest time
Chasing shadows in the grocery line
I knew you'd miss me once the thrill expire
And you'd be standing in my front porch light"

Lirik dan irama dari cardigan terdengar calming dan heartbreaking sekaligus. Liriknya tuh menggambarkan orang yang dikhianati atau ditinggal sama pasangannya dan hal ini menghantui dia terus-terusan.

the last great american dynasty
This song is all about Rebekah, the previous owner of Taylor's house in Rhode Island. Entah yaa aku punya headcanon kalau Taylor nemu diary punya Rebekah di rumah itu terus dia bikin lagu hahaha. Enggak ding, Rebekah Harkness yang punya rumah itu memang katanya sering jadi target rumor-rumor enggak enak, just like Taylor. Makanya dia terinspirasi bikin lagu berdasarkan kisahnya Rebekah kali yaa?

"Rebekah gave up on the Rhode Island set forever
Flew in all her Bitch Pack friends from the city
Filled the pool with champagne and swam with the big names
And blew through the money on the boys and the ballet
And losing on card game bets with Dali"

Btw pas denger lagu ini aku keinget The Lucky One dari album Red. They got the same vibe sih, tentang orang yang pernah mengalami masa-masa berjaya kemudian hilang karena menghindari spotlight.

exile (feat Bon Iver)
Aku tahu Bon Iver dulu dari lagu Skinny Love (yang kemudian dinyanyikan juga oleh Birdy) which I love so much. Dan sekarang mereka duet sama Taylor dengan lagu yang vibe-nya super bikin merinding. Lagu ini menggambarkan dua pov pasangan yang udah berpisah, yang intinya tidak menemukan keseragaman pikiran selama mereka bersama.

"I think I've seen this film before
And I didn't like the ending
You're not my homeland anymore
So what am I defending now?
You're my town, now I'm in exile, seein' you out
I think I've seen this film before"

Menurutku kalau Lover itu lagu yang bikin pendengarnya merasa jatuh cinta walaupun lagi enggak jatuh cinta, exile adalah lawannya Lover, bikin pendengar yang lagi enggak patah hati pun ikut merasakan patah hati. Apalagi buat yang memang lagi patah hati, this song will hits you really hard.

Bahkan sampai pas ngetik ini aku masih nangis tiap denger exile. Aku sempat ungkit di atas belum lama kehilangan salah satu aktor kesayanganku, dan denger lagu ini malah bikin aku keinget dia and here I am crying everytime I hear this song. Apalagi lirik "You never give a warning sign, I gave so many sign" itu kayak mukul-mukul hati aku banget. Aah udah cukup, enggak sanggup cerita lebih dalam lagi hahaha.

my tears ricochet
Salah satu lagu yang musik dan liriknya juga bikin merinding karena terdengar kayak lagu yang bakal ada di pemakaman. Taylor juga ada bilang sih, kalau lagu ini tentang si 'orang jahat' yang datang ke pemakaman orang yang udah dia jahatin. Hahaha bisa langsung ketangkep ini maksudnya buat siapa enggak?

"And I can go anywhere I want
Anywhere I want, just not home
And you can aim for my heart, go for blood
But you would still miss me in your bones
And I still talk to you, when I'm screaming at the sky
And when you can't sleep at night
You hear my stolen lullabies"

Tentu saja buat Scott Borchetta dan Scooter Braun lah yaa. Bisa dirasain sih, betapa mereka bikin Taylor sakit hati dan dendam juga pastinya. Dan kesedihan dia dikhianatin sama orang-orang yang sebelumnya dia percaya. Buat yang enggak tahu (dan pengen tahu) ada masalah apa antara Taylor dan mereka, googling aja deh yaa kalau diceritain di sini bisa jadi satu postingan sendiri hahaha.

mirrorball
Seolah pov dari previous owner rumahnya dulu enggak cukup bikin kita terpana, di lagu ini Taylor pakai pov mirrorball, iyaa lampu disko itu lho. Pengen sungkem sumpah! Sekilas didengerin sih, musiknya ceria yaa, tapi kalau baca liriknya tetap aja kerasa vulnerability-nya hahaha.

"Hush
When no one is around, my dear
You'll find me on my tallest tiptoes
spinning in my highest heels, love
shining just for you"

She reflects herself as lampu disko, yang menyala buat menerangi orang-orang yang dansa di bawahnya,  artinya dia menghibur orang-orang dengan karyanya. Tapi bayangin kalau lampu disko pecah, hancur berantakan, artinya kalau dia broken atau maksudnya patah hati kali yaa dia sangat vulnerable, bakal hancur berantakan :(

seven
Lagu berjudul seven, ada di track ketujuh... oke Mbak, oke! Lagunya sendiri bercerita tentang childhood friend yang pernah Taylor kenal, yang enggak kelihatan bahagia dan Taylor berpikir bisa dengan mudahnya bikin dia bahagia dengan ngajak dia jadi pirates. Dreamy banget enggak sih?

"And I've been mean to tell you
I think your house is haunted
Your dad is always mad and that must be why
And I think you should come live with me
And we can be pirates
Then you won't have to cry or hide in the closet
And just like a folk song
Our love would be passed on"

Dengan musik yang terdengar dreamy, lagu ini kayak ditulis dengan pov anak kecil yang menganggap bisa menyelesaikan masalah besar dengan cara mudah, dan itu adalah hal terhebat. Sounds very innocent but deep at the same time.

august
Bulan Agustus adalah bulan kedelapan, dan august ada di track kedelapan juga. Tepuk tangan lagi! Dan sesuai judulnya, di mana Agustus merupakan summer di Amerika sana, denger lagu ini pun kerasa kayak lagi in the middle of summer holiday, and meet your summer love.

"Back when we were still changing for the better
Wanting was enough, for me it was enough
To live for the hope of it all
Cancel plans just in case you'd call
And say 'meet me behind the mall'
So much for 'summer love', and saying 'us'
Cause you weren't mine to lose"

Summer love yang artinya cuma terjadi saat summer. "You were never mine to lose" aja udah nunjukin kalau lagu ini pov dari seseorang yang jadi summer fling dari orang yang dia sayang. Setelah Agustus atau summer berakhir, orang itu pergi dan dia enggak bisa berbuat apa-apa karena orang itu ya memang bukan milik dia dari awal.


Pasti capek baca tulisan panjang bener kaaan? Here enjoy gif of Taylor playing piano with Benji :D

via GIPHY



Oke, lanjut...


this is me trying
Lagu tentang seseorang yang menerima penyesalan-penyesalannya dalam hubungan dan berusaha memperbaikinya, dengan berbagai cara walaupun pada akhirnya enggak menemukan hasil yang dia harapkan. Tapi dia tetap menerima kenyataannya.

"And it's hard to be here at the party
When I feel like an open wound
It's hard to be anywhere these days
When all I want is you
You're a flashback in a film reel
On the one screen in my town
And I just wanted you to know that
This is me trying"

Taylor beberapa kali nulis lagu tentang penyesalan-penyesalan dia dalam sebuah hubungan yang udah berakhir, my personal favorites are Back To December and Afterglow. Dan this is me trying bergabung dengan kedua lagu itu, tapi on a different level karena terdengar jauh lebih mature.

illicit affairs
Dari judul juga udah ketahuan lagu ini tentang apa. Yep, it talks about affairs. Pertemuan-pertemuan rahasia, meninggalkan rumah sebelum dilihat orang lain, kebohongan-kebohongan. Dan dalam beberapa affairs, mungkin ada satu pihak yang sadar dia salah tapi dia tulus dengan perasaannya, bukan merasa kalau ini cuma affair sekejap mata aja.

"Don't call me kid, don't call me baby
Look at this idiotic fool that you made me
You taught me a secret language
I can't speak with anyone else
And you know damn well
For you I'd ruin myself
A million little times"

It sounds so painful to me. Enggak tahu ini masih berhubungan sama cardigan dan august apa enggak, tapi kalau iya illicit affairs ada di pov yang sama dengan august. Kalau di august dia nyeritain perasaan-perasaan dia selama bersama si summer love, di illicit affairs lebih ke how it ruined them.

invisible string
This is the sweetest song in folklore, I guess? Dan aku langsung tahu kalau lagu ini jelas buat Joe Alwyn doong hahaha. Tahu enggak di cerita-cerita rakyat dari Asia (yang aku tahu di Jepang dan China) tentang benang merah yang menyatukan soulmate? Di sini Taylor kayaknya terinspirasi dari itu, but instead of red thread, she uses golden threads huhuhu she's trying to make her own folklore right?

"Green was the color of the grass
where I used to read at Centennial Park
I used to think I would met somebody there
Teal was the color of your shirt 
when you were 16 at the yogurt shop
you used to work at to make a little money"

Tebak siapa yang pernah magang di yogurt shop dan seragamnya warna teal? Yes, it's Joe Alwyn! Dia pernah cerita di sebuah interview gitu kalau dia pernah magang di konter frozen yogurt waktu remaja.

Perasaan aku pas denger lagu ini tuh ikut berbunga-bunga dan mata berbinar-binar hahaha. Kayak pas pertama denger Lover yang juga didedikasikan untuk Joe Alwyn. I really really hope he's the one for Taylor. He makes her happy and complete. Aku enggak kaget sih, kalau tahu-tahu ada berita ternyata mereka udah nikah hahaha.

mad woman
This song sounds so angry but I love it so much! Enggak tahu ini lagu masih menggambarkan Rebekah yang diceritain di the great american dynasty atau tentang kemarahan Taylor sendiri kepada orang-orang yang jahatin dia, juga media yang asal bikin rumor jelek tentang dia.

"Every time you call me crazy
I get more crazy, what about that?
And when you say I seem angry
I get more angry
And there's nothing like a mad woman
What a shame she went mad
No one likes a mad woman
You made her like that"

Pernah ngerasa enggak sih, kalau ada perempuan yang nunjukin kemarahannya, orang-orang bakal ngecap dia buruk lah, gila lah. Beda sama kalau laki-laki yang memperlihatkan kemarahannya, mereka malah banyak dipuji karena itu. Ini juga salah satu yang aku tangkap dari lagu ini, no one likes a mad woman.

epiphany
Lagu yang ditulis Taylor berdasarkan pengalaman kakeknya yang pernah terjun ke medan perang. Kalau didengerin lagunya memang kayak cocok untuk backsound di film-film perang (dan aku langsung teringat 1917) pas slow motion para prajurit yang udah pada terluka tapi masih berharap untuk menemukan kedamaian even just in their dream.

"Only twenty minutes to sleep
but you dream of some epiphany
Just one single glimpse of relief
to make some sense of what you've seen"

Dan di masa sekarang ini, lagu ini juga bisa menggambarkan para front line kita, para dokter dan perawat yang berjuang melawan pandemi ini, enggak sih? Mengingat lagu ini ditulis pas Taylor menjalani karantina sih, bisa aja diartikan ke sana juga. Pengen deh, dengerin lagu ini ke orang-orang yang masih bandel enggak mau pakai masker pas keluar rumah :(

betty
Pertama denger lagu ini aku teriak heboh karena nuansa country-nya kerasa banget huhuhu! Tapi setelah tahu liriknya, langsung rasanya pengen nampolin orang hahaha. Yes, ini lagu yang melengkapi august dan cardigan, dari pov orang yang berkhianat. Gimana enggak pengin nampolin?

"But if I just showed up at your party
Would you have me? Would you want me?
Would you tell me to go fuck myself
or lead me to the garden?
In the garden would you trust me
if I told you it was just a summer thing?
I'm only seventeen, I don't know anything
but I know I miss you"

Kalau gue jadi Betty sih, ya gue suruh si James to go fuck himself ajalah huuu... kok jadi emosi sendiri? Hahaha! Walaupun lirik di lagu ini tentang penyesalan James udah mengkhianati Betty, dia tahu kalau dia salah dan pas kejadian dia masih mikirin Betty, still, I hate cheater hahaha. Mbak Tay Tay bikin lagu tentang orang nyesel udah selingkuh tapi vibe-nya bisa ceria gini, kok aku jadi mikir ini caranya dia buat nunjukin kesalahan James in a funny way kayaknya.

peace
Seperti judulnya, musik dari lagu ini tuh calming. Kayak kalau didengerin malem-malem abis capek kerja seharian, dibawa santai sama lagu ini. Tapi liriknya justru deep banget, tentang bagaimana Taylor bisa memberikan segalanya untuk orang yang dia cintai, tapi enggak bisa memberikan kedamaian karena karirnya dia sangat mustahil untuk bisa merasakan damai. 

"But there's robbers to the east
clowns to the West
I'd give you my sunshine
give you my best
but the rain is always gonna come
if you're standing with me"

Menurut aku lagu ini terdengar seperti proposal. "Siap enggak sih, kamu hidup sama aku, dengan segala keadaan yang bakal kita temui nantinya?" kayak meminta pasangannya ini untuk bersiap-siap enggak ada yang namanya damai kalau hidup sama dia. Wow aku mau nangis dulu bentar huhuhu...

hoax
Lagu patah hati yang nyeritain tentang betapa menyakitkannya hidup dalam toxic relationship. Di mana mau melepaskan enggak bisa, tapi terus bersama juga cuma bikin makin sakit.

"Stood on the cliffside
Screaming 'give me a reason'
Your faithful love's the only hoax
I believe in
Don't want no other shade of blue but you
No other sadness in the world would do"

Aku enggak ngerti kenapa Taylor ngasih lagu penutup buat folklore yang sesedih ini? Lagu ini kedengeran painful banget, tanpa ngerti liriknya aja udah bikin sesak mau nangis. Ditambah liriknya yang memang kelam kayak mau nunjukin kesedihan dan keputusasaan.

Tapi katanya lagu ini sama the 1 adalah lagu yang ditulis paling akhir, dan Taylor dan Aaron Dessner sepakat buat naruh kedua lagu itu sebagai bookend. Pembuka dan penutup yang sempurna sih, emang.

*


Yak, panjang beneeer jadinya dan ditulisnya juga jadi lama banget dua mingguan lebih ada kali yaa wkwkwk. 

Tapi timeline masih banyak yang ngomongin folklore dan aku happy karena kayaknya album folklore ini diterima sama lebih banyak orang dibanding album-album Taylor sebelumnya. Mungkin yang biasanya enggak suka dengerin musik pop jadi pengin dengerin karena folklore ini nyerempet ke indie yaa?

Oh ya, menurut teori para fans, cardigan, august dan betty adalah tiga lagu yang ceritanya saling berhubungan, tentang teenage's love triangle. Yaa memang iya sih, aku juga bahas di masing-masing lagu kan kalau cardigan dari pov yang dikhianati, august dari pov si selingkuhan dan betty dari pov si pengkhianat. Mbak Tay Tay enggak mau nulis novel aja sekalian nih?

Kalau ditanya apakah folklore adalah album terbaik Taylor? Hmmm... aku bingung juga hahaha karena semua albumnya Taylor kecuali Reputation bodo amat semuanya terbaik buat aku, dan kayaknya Speak Now masih jadi personal favorite sampai sekarang. Tapi kalau bisa dibilang folklore adalah album Taylor yang paling mature, enggak ragu lagi sih, jawabannya iya. Dari segi musik dan lirik semuanya kerasa banget jauh lebih mature, bahkan dibandingin sama Lover yang jaraknya enggak sampai setahun.

Like, kok bisa sih hanya dalam dua atau tiga bulan karantina pikiran Taylor berkembang sampai sejauh ini? Makan apa kamu Mbak? Makan cinta dari Mas Joe ya? Hahahahaha kenapa aku menjijikkan? >.<

Oh iya hampir lupa! Semua lagu dari album folklore ada official lyric video-nya di YouTube dan semuanya aesthetic, indah, sesuai dengan isi lagunya masing-masing huhuhu... Stan Queen, stan Taylor Alison Swift dan jangan lupa tolong doakan semoga albumku segera sampai tanpa hambatan sana-sini huhuhu TT___TT


Inilah aku, setelah selesai menulis semua ini. Tenggelam dalam lautan feels T___T

via GIPHY

8 comments

  1. HAHAHAHAHAHA makasih loh Kak Eya akhirnya publish juga postingan ini, magadir emang aku nagihin terus๐Ÿ˜‚ btw aku nggak kepikiran hubungin sama lagu-lagu lama Taylor lho, Kak Eya kepikiran aja ga heran sih sama Swifties satu ini๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
    Betty aku suka banget huhuhu vibe countrynya kerasa banget mau sungkem sama Mba Cantik๐Ÿ˜ญ aku kalo lagi di kantor dengerin lagu folklore ini berulang-ulang nggak ada bosennya, dan iya album ini aku juga ngerasanya ada indie-indienya, beda sama sebelumnya dan mending begini sih daripada pop kayak Reputation HAHAHAHHAHA aku julid juga sama era itu monmaap๐Ÿ˜‚
    Kalo aku album TayTay yang paling berkesan itu Red, makanya sampe belain beli secondnya wkwkwkwk dulu pas rilis aku masih ndeso gatau apa-apa tentang beli album artis.
    Sama Kaaak aku juga gak kaget kalau misal Ms. Swift suatu hari jadi Mrs. Alwynn hehehehehe.
    Oh iya semoga album kak Eya gak lama-lama lagi datengnya, biar bisa unboxing❤ Ps. Aku tergoda pingin beli album ini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimanaaa udah puas Endaaah HAHAHAHAHAA

      Aku juga suka banget sih Betty, soalnya pembawaannya lagunya itu cuma kalo berdasarkan lirik bikin pengin nampolin orang hahaha. Dan selama ngetik ini dengerin folklore terus-terusan tuh aku jadi sadar ga ada lagu yang ga aku suka di sini huehuehue...

      Mariiii kita berdoa semoga Mrs. Alwyn segera terwujud yaaa hahaha mereka kan barengan terus juga selama quarantine, terus ada teori juga kalo Mas Joe ikut nulis lagu tapi pake nama alias wkwkwk

      Delete
  2. Hi kak Eya, album baru Taylor ini sepertinya membuat para fans lama Taylor balik lagi ya. Setelah beberapa album yang rasanya bukan "Taylor" banget, album folklore ini seolah memberi kesan bahwa Taylor is back! Hampir setiap kali aku dengar radio, para penyiarnya selalu ngomongin album ini dan betapa suka-nya mereka terhadap album ini.

    Jujur, aku ini penggemar Taylor sewaktu dia ber-genre country. Fifteen, Speak Now, dan lagu-lagu lainnya pada era itu, hampir semua lagunya aku suka :)
    Sayangnya, sewaktu dia berubah genre, rasanya Taylor yang aku tahu hilang begitu saja, aku jadi nggak terlalu ngikutin walaupun tahu beberapa lagunya yang terkenal seperti 22, Bad Blood, Shake it off. Ada yang aku suka tapi tetap rasa sukaku lebih tinggi saat era country :')

    Karena dia pindah genre ke pop, aku jadi nggak terlalu ngikutin lagi, hanya tahu lagu-lagu terkenalnya aja, makanya waktu dia rilis folklore ini, aku nggak terlalu excited dengarnya >.<
    Tapi, setelah baca review kak Eya, aku langsung coba dengarkan beberapa lagu dari album folklore ini, dan ternyata lagu-lagunya lebih aku suka! Karena baru dengar beberapa, jadi aku belum bisa komentar banyak. Namun, sejauh ini, aku paling suka sama lagu the 1 dan Exile. Aku suka karena musiknya enak didengar di telingaku :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener banget Liaaa... sebagai yang ngikutin Taylor dari You Belong With Me memang lagu-lagu pop dia kebanyakan terasa off banget dibanding album-album country-nya. Aaah tos dulu doong sukanya samaan Fifteen dan Speak Now huhuhu..

      Folklore ini kayak coming home siih, kayak Taylor balik lagi ke era yang dulu tapi jadi lebih dewasa.. Kasih tau yaaa kalo udah dengerin semuanya, sukanya yang mana aja? Sambil nonton official lyric video-nya biar lebih nikmat Lia hehehe..

      Delete
    2. Setuju! Huhuhu sesama old swifties nih kita ya ๐Ÿ˜

      Btw aku kembali ke sini setelah dengar semua lagu barunya. Aku tetap suka The 1, Exile dan akhirnya nambah jadi suka juga sama The Last Great American Dynasty, Invisible string dan Betty ๐Ÿคญ

      Delete
    3. Yeaaay seneng deeh dengernya enggak cuma 1-2 lagu aja yang Lia suka di folklore :D Jauh lebih friendly di kuping kaan album ini :))

      Delete
  3. Saya sempat berpikir apa haikyu itu anime jepang ya? Trus aktor yang baru aja meninggal apakah miura haruma?

    Walaupun saya bukan penggemar Taylor swift tapi saya mengakui kalau Taylor swift tuh hebat banget. Lagu-lagunya selalu keren dan mendunia. Apalagi setelah tahu kalau dia menciptakan lagu sendiri. Wah...๐Ÿ˜ luar biasa banget. Udah gitu dari dulu sampai sekarang mukanya nggak berubah, tetep aja cantik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuul, tapi yang tamat ini komiknya, animenya sih masih jalan hehe. Betul jugaa Miura Haruma :(( Apakah Mbak Astria suka Jejepangan juga? Hehehe...

      Dia tuh kayak real life Barbie sih ahaha dan emang lagu dia enggak ada yang bikinan orang lain, minimal ya co-writing sama dia. Dan makin ke sini makin cemerlang aja otaknya ahaha.. Makasih Mbak udah komen :D

      Delete