What Happened in September

Monday, October 11, 2021


Enggak tahu ini cuma di Bandung apa daerah lain juga sama aja, kalian pada ngerasa gerah banget enggak sih akhir-akhir ini? Gerahnya tuh sampai yang bikin lengket gitu lhoo, ganggu banget berasa pengin mandi terus bawaannya 😀

Bteteweeeyy... dari pertengahan bulan lalu entah kenapa aku kayak luar biasa sibuk hahaha banyak gaya emang πŸ˜‚ Mau ngeluangin waktu nulis monthly diary aja kayak enggak sempat-sempat terus. Ini aja bisa nulis karena lagi mampet ide buat kerjaan. Dan ini hari Minggu lho yaa bukannya jalan-jalan malah ngejogrok di depan laptop dari pagi πŸ˜‚πŸ˜‚

Ya udah deh, langsung aja kita rekap ada apaan aja di bulan September ☀️


 My Life in September 

Aku udah nyusun draft mau nyeritain soal vaksin tapi ya itu tadi enggak sempat diberesin hahaha. Jadi guys, di bulan September kemarin, tepatnya tanggal 19 September, akhirnya aku udah lengkap terima dosis vaksin kedua πŸŽ‰

Udah bisa nonton ke bioskop deeh hahaha...

Kalian yang udah pada vaksin full dua dosis, pas vaksin kedua rasanya beda kayak vaksin pertama enggak sih? Di aku berasa banget pegalnyaaaa ya ampun pas pulang habis vaksin, ngangkat helm rasanya kayak kaku banget dong lengan kiri hahaha.

Tapi alhamdulillah aku enggak ngerasain efek lainnya selain pegal yang berlangsung selama dua hari!! Buset besoknya di kantor rada kepayahan juga gara-gara tangan kiri susah diajak kerja sama 🀧

Terus enaknya pas vaksin kedua kemarin dapet jadwal pagi (pas vaksin pertama aku dapet jadwal jam 1 siang), jadi lebih cepet. Dateng langsung sat set enggak pakai antri, divaksin, nunggu 15 menit terus pulang deeh. Tidak lupa mampir jajan es kopi susu dulu wkwkwk.

Ngomong-ngomong soal vaksin, baru banget tadi baca di Twitter katanya yang udah full vaksin (dengan jenis vaksin tertentu dan sayang sekali Sinovac tidak termasuk hahaha) udah boleh tuh masuk ke Inggris tanpa karantina pula di sana. Siapa yang mau ke Inggris? πŸ˜†


 What I Watch 

Karena bulan September enggak ada buku yang berhasil diselesaikan, not even comic (tapi bulan Oktober udah ada doong wkwk), jadi mari di-skip langsung ke daftar tontonan.

Aku namatin dua series bulan lalu, sama nonton dua film baru (baru nonton maksudnya). Sebenernya film yang ditonton ada lebih dari dua, tapi rewatch gitu atau cuma selewat ditontonnya jadi enggak inget isi filmnya tentang apa hahaha.

Mari mulai dari serialnya...

Familiar Wife (Shitteiru Wife)
Berawal dari galau mau nyobain nonton Kanojo wa Kirei datta alias She Was Pretty yang versi Jepang, karena aku suka sama versi Koreanya (dan agak biased karena pemainnya Siwon wkwk), eh terus sama temenku malah direkomendasiin nonton Familiar Wife aja, yang juga adaptasi dari drama Korea. Yang ini enggak pakai galau soalnya enggak nonton drama Koreanya hahaha.

Daaan berakhir suka pakai banget. Ceritanya bagus.

Menceritakan Kenzaki Motoharu (Okura Tadayoshi) yang stres karena hidupnya kayak ditekan sana-sini setiap hari. Di kantor dimarahin atasan, di rumah diamuk istri. Tapi sebenernya yaa masalah berasal dari Motoharu sendiri yang kayak kurang bisa memilah prioritas dan kurang paham peran suami-istri di rumah gitu.

Minta dijitak emang si Motoharu wkwk. Tiap hari curhat ke sahabat-sahabatnya kalau dia menyesal nikah karena setelah lima tahun pernikahan, Mio (Hirose Alice) istrinya yang dulu jaman pacaran manis banget berubah jadi monster.

Dan suatu hari, ketemu lah Motoharu sama bapak-bapak misterius di taman yang ngasih dia koin untuk kembali ke masa lalu. Singkat cerita, kembalilah Motoharu ke 10 tahun lalu, sebelum ketemu Mio. Sebisa mungkin dia menghindari kejadian yang mempertemukannya sama Mio dulu, dan dia jadian sama adik kelasnya di kampus, Egawa Sayaka (Takimoto Miori).

Kembali ke tahun 2020, kehidupan Motoharu berubah total. Selain pekerjaannya yang masih sama di bank, karena dia nikah sama Sayaka yang anak konglomerat, dia punya mobil bagus, tinggal di rumah besar, dan punya istri yang selalu menyambut dia dengan senyuman. Satu aja yang dia sesalin, karena dengan mangubah masa lalu, dia jadi kehilangan anak-anaknya sama Mio.

Tapi tentu aja yaa namanya takdir mah enggak bisa dihindari, mau menghindar sampai ngubah masa lalu juga, tetap aja takdirnya Motoharu bakal tetap ketemu Mio. Mio hadir sebagai karyawan baru di kantornya Motoharu, dan terlihat sangat berbeda dengan Mio yang selalu marah-marah. Of course karena kagak nikah sama elu makanya Mio masih manis wkwkwk.

Dan di masa depan yang baru ini, Motoharu antara rela enggak rela lihat Mio dekat sama Tsuyama (Matsushita Kouhei), sahabatnya yang satu kantor. Pengin dipites emang, padahal di kehidupan satunya Tsuyama tuh nikah sama pacarnya sejak kuliah dan punya anak kembar, tapi gara-gara Motoharu mengubah masa lalu, Tsuyama pun enggak jadi nikah sama pacarnya yang waktu itu berangkat ke luar negri.

Nonton ini tuh yaa kesel emang sama si Motoharu, tapi kadang-kadang kasihan kalau lihat dia udah kebingungan sendiri wkwkwk. Apalagi setelah menyadari ternyata nikah sama crush-nya semasa kuliah pun enggak bikin dia bahagia, tapi dia juga enggak mau merusak kebahagiaan Mio sama Tsuyama.

Yang paling aku suka di drama ini adalah aktingnya Hirose Alice! Jadi istri+ibu yang tiap hari marah-marah bisa bikin bersimpati banget karena kelihatan gimana capeknya dia ngurus anak, rumah, sampai ibunya yang menderita dementia sendirian. Terus pas masa lalu berubah, lihat karakternya dia berubah jadi pegawai baru yang semangatnya tinggi juga asik. Terus chemistry-nya mau sama Motoharu atau Tsuyama pun sama-sama bagus. Dan endingnya pun aku sukaaaa banget πŸ’–

Terus aku jadi naksir sama Matsushita Kouhei gara-gara nonton ini hahaha. Belum pernah habisnya nonton dia yang dapet perannya termasuk besar, cuma tahu yang dia muncul di satu-dua episode hahaha. Suka banget sama suaranya dan cara dia manggil Mio di sini πŸ™ˆ

Pokoknya Familiar Wife recommended banget! Malah kayaknya orang yang mau nikah (terutama para calon-calon suami) perlu deh nonton ini, biar paham gimana peran-peran suami dan istri dalam rumah tangga gitu.

Karena enggak semua orang seberuntung Motoharu yang bisa balik ke masa lalu dan (mencoba) mengubah takdir. Eh jatuhnya Motoharu beruntung enggak yaa πŸ€”

keluarga Kenzaki sebelum si bapak mengubah masa lalu


What Did You Eat Yesterday
Kebalikan dari Familiar Wife yang cukup padat sama konflik, dorama yang ini sangat santai. Nontonnya juga jadi santai banget aku alias diawet-awet karena durasinya memang cuma 30 menitan satu episode hahaha.

Berputar di Kakei Shiro (Nishijima Hidetoshi) seorang pengacara berumur 40 tahunan yang tinggal bersama pacarnya, Yabuki Kenji (Uchino Seiyo) yang seorang hairdresser. Keduanya nih punya sifat yang cukup beda, Shiro yang cenderung kalem dan agak kaku sama orang lain, sementara Kenji agak pecicilan wkwk.

Sesuai judulnya, di tiap episode drama ini selalu ada adegan masak (mostly Shiro yang masak). Mana masaknya tuh sambil dijelasin bahan-bahannya sama cara ngolahnya gimana, setiap nonton bawaannya malah laper  atau pengin belanja bahan-bahan dan praktekin resepnya hahaha.

Apalagi masakannya Shiro tuh kayak yang enak-enak banget dan sehat-sehat pastinya karena Shiro se-strict itu soal kesehatan. Kenji sering kena omel kalau makan banyak-banyak, padahal kan siapa yang bisa nolak disuguhin masakan enak sama pacar sendiri kaan πŸ₯Ί

Konflik di tiap episodenya pun enggak berat gimana tapi somehow kena banget di hati. Obrolan-obrolan di drama ini juga terkesan santai dan kayak obrolan yang bakal terjadi di kehidupan sehari-hari aja gitu. Tapi enggak jarang ngena banget ke hati.

Misalnya soal status, Kenji yang lebih terbuka dan membiarkan orang-orang tahu kalau dia gay dan tinggal sama pacarnya, sementara Shiro masih sangat berhati-hati soal kehidupan pribadinya. Tempat kerjanya juga enggak kayak tempat kerja Kenji yang mungkin akan sangat memaklumi orientasi seksualnya.

Selain Shiro dan Kenji yang hubungannya manis dan lucu, aku juga suka sama interaksi mereka ke karakter-karakter pendukung lainnya. Kayak Shiro dengan orangtuanya, apalagi Shiro dengan Bu Tominaga, tetangga yang jadi tempat curhatnya gara-gara sering sharing beli sayur/buah.

Suka banget tiap obrolannya Shiro sama Bu Tominaga tuh selalu berkesan. Terutama pas Shiro habis berantem sama Kenji terus cerita kalau misalnya dia sama Kenji putus, pasti Kenji yang bakal nangis sampai 2-3 bulan, tapi mungkin Kenji juga yang bakal lebih dulu dapet pacar lagi. Sementara Shiro di umurnya yang sekarang kayak udah terlalu capek mau mulai dari awal lagi. Ini ngena banget karena walaupun belum sampai di umur Shiro, tapi aku sendiri ngerasain yang namanya berhubungan sama orang baru (dengan intensi pacaran/nikah) itu nyusahin memang hahaha.

Chemistry antara Shiro dan Kenji juga lucu banget. Jarang banget ada skinship di sini (seperti dorama pada umumnya) tapi kelihatan gimana mereka saling sayang. Perannya Nishijima Hidetoshi sih mungkin enggak beda jauh sama biasanya aku lihat dia di dorama lain yaa, tapi Uchino Seiyo di sini akting ngondeknya oke bangeeet hahaha.

Dan apartemennya mereka aku suka bangeeet. Kayak kelihatannya kecil tapi enak gitu adem sekaligus hangat.

mon maap aku kalau diliatin om Nishijima Hidetoshi kayak gitu udah jungkir balik kayaknya


A Family (Yakuza to Kazoku)
Duh aku udah nonton film ini dari bulan sebelumnya, tapi baru diulang dan diselesaikan bulan lalu hahaha. Waktu itu lagi enggak mood nonton kayaknya jadi walaupun disuguhin Ayano Go juga tetap enggak bisa fokus nontonnya.

Ya ampun nonton film bertema Yakuza enggak pernah sebikin nyesek ini 😭😭 Dan untungnya aku ngulang nonton lagi yaa karena ceritanya bagus walaupun sepanjang film kerasa banget hawanya (sampai tone warnanya) kelam heuu...

Menceritakan Kenji (Ayano Go) yang bergabung dengan kelompok yakuza yang dikepalai oleh Shibasaki Hiroshi (Hiroshi Taichi) setelah kehilangan ayahnya karena overdosis obat-obatan. Walaupun masih baru bergabung, Kenji dengan cepat menjadi akrab dengan Hiroshi yang menyayangi anak-anak buahnya layaknya anak sendiri.

Jadi Kenji pun kayak menemukan keluarga baru dengan anggota-anggota di kelompok yakuza punyanya Hiroshi.

Kenji yang terlihat sangat dingin dan kayak enggak tertarik sama percintaan, suatu hari ketemu seorang cewek di klub, namanya Yuka (Ono Machiko) dan jatuh cinta. Hiroshi sebagai ketua (atau ayah) yang baik bahkan sempat menyarankan kalau Kenji mau, Kenji boleh meninggalkan kelompok untuk hidup bahagia bersama Yuka.

Tapi sayangnya, bahkan sebelum Kenji sempat ambil keputusan, terjadi bentrokan dengan geng lain dan berakhir dengan dipenjaranya Kenji.

Seperti biasa, tema yakuza pasti kental dengan brotherhood tapi juga violence. Pertarungan antar geng yang enggak terhindarkan, kadang sampai menghilangkan nyawa lawan. Dan kalau udah begitu pasti ujungnya jadi saling balas dendam.

Film ini punya rentang waktu yang cukup panjang, di awal diceritakan waktu Kenji masih remaja baru kehilangan ayahnya dan masih sengak luar biasa nantangin orang wkwk. Terus sewaktu karir Kenji sebagai yakuza lagi tinggi, mungkin sekitar umur 25an, sampai setelah Kenji keluar dari penjara 14 tahun kemudian.

Nonton ini bener-bener bikin hati nyelekit, kayak dibikin bertanya-tanya "Kenji kamu kapan bahagianya sini sama aku aja" huhuhu...

Dikasih lihat yang namanya yakuza dari masih berjaya, ditakutin sama semura orang, sampai bener-bener jatuh terpuruk bahkan kalau ketahuan pernah bergabung sama yakuza tuh bisa-bisa enggak dapet kerja di mana-mana. Ditolak sana-sini dan diperlakukan kayak sampah banget 😭😭

Dan seperti biasa Ayano Go memerankan Kenji yang muram dengan sangat baik. Sumpah kayak habis nonton dia jadi Ibuki Ai yang shining shimmering terus lihat dia sebagai Kenji yang hampir enggak pernah senyum wkwkwk.

dari poster juga kelihata rentang waktunya, perhatiin anak laki-laki di kiri, film dimulai dari dia bayi dan berakhir pas dia jadi mas-masa jaket mereh wkwk


Inuyashiki
Bukan Inuyasha yaa ini Inuyashiki wkwkwk. Film yang diadaptasi dari manga berjudul sama, dan sutradaranya ini Sato Shinsuke yang bikin Alice in Borderland jadi kebayang lah yaa udah aja jaminan mutu wkwkwk.

Ceritanya diawali dengan Inuyashiki Ichiro (Kinashi Noritake) yang membawa keluarganya pindah ke rumah baru, tapi ternyata istri dan anak-anaknya enggak puas sama rumah yang dibelinya. Jadi Pak Inuyashiki ini memang kayak kurang dianggap sama keluarganya karena dianggap bukan ayah yang membanggakan.

Anak pertamanya, Mari (Miyoshi Ayaka) malah sampai ngelarang ayahnya ke sekolah karena males kalau temen-temennya lihat ayahnya yang udah ketuaan.

Suatu hari Pak Inuyashiki dan seorang anak muda, Shishigami Hiro (Sato Takeru) yang kebetulan berada di taman, terkena ledakan yang berasal dari sesuatu yang menghantam bumi. Tapi anehnya Inuyashiki enggak kekurangan apapun waktu bangun, kejadian tadi kayak mimpi aja gitu.

Baru dia tahu keesokan harinya kalau ledakan itu mengubah total tubuhnya. Dia jadi kayak mesin, semua badannya bisa kebuka dan ngeluarin senapan. Agak kaget juga nontonnya pas adegan ini karena kayak bener-bener badannya kebuka sana-sini wkwkwk.

Yang paling ajaib, Inuyashiki jadi punya kekuatan untuk menyembuhkan! Anak kecil yang udah enggak ada harapan hidup karena kanker bisa langsung sembuh, sel-sel kankernya hilang cuma karena dipegang sama dia.

Sementara Shishigami Hiro, anak muda yang sama-sama kena ledakan dan tubuhnya berubah juga, malah menggunakan kekuatan barunya untuk melawan orang-orang. Apparently dia ini agak lone wolf gitu dan satu-satunya temannya enggak mau ke sekolah karena jadi korban bullying.

Awalnya aku kira Shishigami cuma bakal ngelawan temen-temen sekolahnya yang suka bully aja, eh tapi ternyata dia bahkan bisa membunuh satu keluarga cuma sebagai pelampiasan karena dia marah sama ayahnya yang menikah lagi dan ninggalin dia dan ibunya. Karena memang dia udah bikin masalah sendiri dari awal, sewaktu akhirnya dia ngamuk karena kehilangan orang-orang yang sayang, aku jadinya udah enggak bisa simpati ke dia karena yaa itu gara-gara lo sendiri juga anjir 😀

Btw adegan action di film ini tuh digarap dengan sangat baik. Bener-bener bikin jantung dugem pas adegan Shishigami dan Inuyashiki terbang kejar-kejaran.

Yang bikin aku suka justru karena pemeran utamanya, Inuyashiki adalah seorang bapak-bapak paruh baya yang biasa banget. Enggak punya prestasi dan sama sekali enggak punya kekuatan atau kemampuan bela diri, mediocre banget lah. Tapi yang bikin dia kuat adalah keinginan untuk melindungi orang-orang yang dia sayang.

Dan Sato Takeru meranin villain itu kece abis siih hahaha. Walaupun Shishigami ini bener-bener kayak pure villain yang dari awal membunuh karena pelampiasan emosinya aja, tapi Takeru bisa banget bawain karakternya dengan sangat baik. Mendingan dia meranin orang jahat gini sih daripada dokter yang sok judes wkwkwk

matanya biasa aja dong mas 😌

Kalau mau nonton, Inuyashiki, A Family dan What Did You Eat Yesterday ada di Netflix, sementara Familiar Wife ada di VIU (versi Koreanya ada di Netflix).


 What I Listen 

Seperti biasa yaah aku mah dengerin musik berdasarkan tontonan alias yang didengerin yaa soundtrack dari film atau series yang lagi aku ikutin wkwk.

Kanjani Eight - Kimitomi Taisekai

Suka banget sama lagu ini gara-gara Familiar Wife. Lagunya selalu muncul tiap Motoharu lagi galau, dan kalau baca artinya memang jadi kayak menggambarkan banget isi hatinya Motoharu yang gundah gulana stres mikirin what have I done πŸ₯Ί.

Kebetulan yang nyanyi juga Kanjani Eight alias grupnya si Okura Tadayoshi yang meranin Motoharu wkwkwk.

Cuma sayang banget lagunya enggak ada di Spotify, dan yang ada di YouTube juga bukan versi lengkap kayaknya karena pendek banget heuu~ Johnnys pelit banget niih masa yang boleh dengerin lagu ini lengkap cuma region Jepang aja 😀

πŸ€

Baru nyadar ya ampun aku certified wibu banget yaa kalau dilihat dari tontonan sama yang didengerin wkwkwk.

Yuyur aku rada nge-blank ada apaan aja di September makanya ceritanya jadi enggak banyak πŸ˜‚

Terus tadi di atas aku bilang mulai nulis karena lagi mampet ide buat kerjaan, dan ini nyelesaiin tulisan karena kerjaan udah beres yeay~ tapi enggak bisa tidur karena gerah 😭 Jadinya ngupdate blog tengah malem deeh wkwkwk.

Udah deh segitu dulu aja, semoga bulan Oktober menyenangkan yaaa...

Temen-temen lagi pada sibuk apa nih sekarang??

eya.

18 comments

  1. (((Of course karena kagak nikah sama elu makanya Mio masih manis wkwkwk.))) Kagak ngacaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Ih Kak aku bacanya Inuyashaki masaaa hahahahaha kirain serial Inuyasha part ke sekian, taunya Inuyashiki. *siwer*

    Btw iya kemarinan ini aku juga ngerasa gerrraaaahhhh banget, mana endingnya mendung aja nggak hujan huhu. Yang soal vaksi itu sama sih Kak, aku juga ngerasa yang kedua lebih parah nyeri suntikannya. Efeknya juga jadi ngantuk banget tiga hari. Selebihnya oke. Iya nih Sinovacian harus sabar dulu sebelum ke yuropπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. WKWKWKWKWK *ngegas* Dulu pas baru lihat judul Inuyashiki juga aku kebacanya Inuyasha terus padahal beda πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Ini sampai hari ini pun masih gerah lhoo, lagi ada apaan siih hahaha.. sama yaa berarti rata-rata orang ngerasa vaksin kedua lebih kenceng efeknya πŸ€” aku ngantuknya sih kayaknya lebih parah di vaksin pertama, cuma pegel-pegelnya aja yang lebih parah di vaksin kedua πŸ˜† Kapan kita bisa ke yurop nih kapan? πŸ˜‚

      Delete
  2. Hi, Eyaaa! Duh, Bogor juga sama banget geraaaaaahnya minta ampun! Sorenya sih kayak sekarang gini mendung mau ujan, cuma alamakkk gerahnya nggak nahan. Pagi-pagi abis mandi aja aku udah keringetan lagi. Badan lepek banget padahal udah nyalain kipas angin. Akhirnya nyerah deh ujung-ujungnya nyalain AC juga padahal masih pagi. Biasa aku siangan baru nyalain AC. Mamak kepanasan berujung cranky, jadi lebih aman AC ajalah, hauhahaha.

    Btw, akutu buta banget deh sama jepang-jepangan (selain makanannya XD), kamu nulis wibu aja aku harus google dulu "wibu adalah" wkwkwk

    Septemberku lumayan berwarna, karena di awal-pertengahan aku menghabiskan waktu di Bali, kemudian sisanya beradaptasi kembali dengan rutinitas di Bogor. Jadi bisa dibilang September agak lama tapi ya cepat juga *apa sih* πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Janeee! Iyaa kata ibu aku juga tiap hari hujan deres kalau sore, siang-siang gerah banget. Ini beberapa hari di Bandung juga hujan terus, mana hujannya selalu pas sama jam pulang kantor πŸ˜… Wkwkwk daripada mamak cranky yaa mending nyalain AC biar kepala sama hati adem πŸ˜‚

      ((selain makanannya)) memang yang paling dikenal dari Jepang tuh makanannya ahahhahaa.. jadinya nemu apa Jane habis google "wibu adalah" πŸ˜‚

      Kayak pas dijalaninnya kayak lama gitu yaa tapi terus tahu-tahu kok udah lewat, sering terjadi memang wkwkwk

      Delete
  3. ((certified wibu)) maafkan aku Kak tapi aku ngakak bacanyaaa 😭🀣 lucu sekali Kak Eya ini, jadi sayang #lhoo

    Btw, iya bangett di Bekasi juga samaa! Belakangan ini cuacanya puanas banget sampai nggak ada angin lhoo, tapi matahari nggak terik terik banget. Aku pikir di sini doang yang begitu πŸ˜‚
    Terus sama jugaa! Aku ngerasa apa yang Kakak rasa setelah vaksin ke2, malah pegelnya di aku awet sampai hampir 1 minggu πŸ˜‚ terus pas disuntik rasanya sedikit lebih nyeri, padahal lebih nggak tegang πŸ˜‚

    Belakangan ini aku sibuk apa ya πŸ€” oiya, lagi sibuk gabut aja sambil mengumpulkan mood untuk baca buku 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaww makacii Lia udah sayang sama aku πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iyaa malah kayak mendung tapi cuaca gerah banget yaa, terus sorenya hujan. Di Bekasi juga sama kayak gitu yaa πŸ€” Rata-rata sama yaah vaksin kedua efeknya lebih kenceng dari vaksin pertama. AKu ga ngerasa nyeri pas disuntik siih tapi udahnya baru kerasa hahaha

      ((sibuk gabut)) πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tapi Lia kayaknya mood bacanya udah balik lagi yaaa

      Delete
  4. September ku banyak nonton film kakk hahaha. Btw aku abis nonton filmnya Kore-eda sensei lagi yang After the Storm dan Our little sister. Yaampun kenapa ya filmnya dia tuh bisa nyampe banget emosinya...Our little sister bisa related banget sih karena punya kk cewek juga, kayaknya Beliau ini emang spesialis film drama keluarga ya kak. Kak Eya udah nonton After the storm? anyway aku mau lanjut Nobody knows setelah iniπŸ‘€ *jadicurhat*

    *certified wibu* wakakakak bener kata Lia, Kak Eya lucu sekali. Emang keliatan kalo Kak Eya penggemar Jepang banget dari isi cuitan twitter dan blog juga sama. Gak papa kak aku suka sisi Kak Eya yang kayak wibu banget itu πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah Reka akhirnya nonton Our Little Sister, film Kore-eda kesukaankuuu πŸ’– Aku udah nonton After The Storm juga Rekaa, film-filmnya Kore-eda sebisa mungkin memang aku tonton karena suka πŸ˜† Iyaa beliau kayaknya spesialis film dengan tema hubungan keluarga (ga cuma keluarga kandung kalau melihat Shoplifters siih). Waah Reka jadinya udah nonton Nobody Knows belum? Kalau belum siapin hati yaa nontonnya huhuhu.. Aku pengin tahu pendapat Reka habis nonton itu btw πŸ˜†

      Ahahahaa makasiih sudah menerima aku yang wibu ini Rekaa πŸ˜‚πŸ˜‚ aku lebih berisik yaa kalau di Twitter hahaha

      Delete
  5. Yesssss... puanasss bangett Mba Eya.. 🀣🀣 gerah2 lengket. Bahkan kipas aja ngembusinnya angin panas gtu tuh.. wahhh pokokmen gerah.. kalau udah kaya gitu. Ngedekem aja paling seharian di kamar udh yg paling bener, nnton Youtube..

    Btw selamat Mba sudah fully vaccinated. 😊 selamat bernonton ria juga di bioskop.. haha. Aku ya kemarin abis nnton Shang Chi. Smpe 2 kali. Wkwk πŸ˜… baguuss.

    Btw. Aku penasaran sama film Familiar Wife.. aku bacanya juga agak bete sama si Motoharu. Wkwk πŸ˜… kalau mau nnton di mana mba?? Netflix kah? Hehe

    September aku ngapain ya... πŸ€” as usual. Tidur, makan, kerja, ngurusin ikan sama burung2, manja2an breng Caca. Wkwk. Sama akhir2 ini lagi sering nnton YT channelnya Epicurious, suka banget.. haha. Channel masak2an... sama on repeat lagu2nya Ruth B sama Tate McRae smpe skrang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naah bener, gerahnya tuh lengket bikin pengin mandi terus hahaha. Rasanya pengin bekel handuk sama sabun ke kantor, biar bisa mandi siang-siang πŸ˜‚πŸ˜‚ Bener banget Mas Bayu, kalau keluar-keluar mah maleees panas banget.

      Aku belum kesampaian nih nonton karena udah mulai rame lagi bioskop jadi rada takut masih hahaa. Tapi kapasitas di dalam mah dibatasin kan yaa? Kayaknya bakal comeback ke bioskop minggu ini tapi let's see πŸ˜‚

      Ada di VIU Mas Bayuu, tapi kudu premium (di VIU ada yang bisa ditonton gratis ada yang harus premium). Mungkin kalau mau coba bisa sambil dilihat mau nonton apa yang lainnya biar langganannya berfaedah ahaha.

      Waaah masak-masakan apa niih, mau lihat juga aah nanti akuu.. Makasih lhoo rekomendasinyaa πŸ˜†

      Delete
  6. Aku udah nyusun draft mau nyeritain soal vaksin tapi ya itu tadi enggak sempat diberesin hahaha.

    Sama, aku juga. Sudah vaksin di bulan Maret. Pengen cerita deh di blog. Eh gak kesampean terus. Sok sibuk terus. Jadinya belum sempat terpublish hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa *toss* dulu Mas Dodo πŸ˜‚πŸ˜‚ Padahal pas nulis awal di draft udah semangat tapi tetep aja ujungnya ga ketulis πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  7. Aku udah nonton Familiar Wife versi Korea dan Jepangnya, dong... XD
    Rada2 ga masuk di aku pas Mio marah2 di supermarket. Rada ga relate karena society-nya pada takut banget sm pandangan orang. Marah2 gitu di tempat umum udah pasti didatengin security. Hahaha.

    Btw, makin mendekati akhir tahun di mana2 pada sibuk, ya... aku bulan September lalu cuma nyelesein satu buku aja, dong... heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oooh iyaa aku juga merasa gitu pas lihat Mio marah-marah di supermarket "apa ga kekencengan" hahaha mungkin karena ini adaptasi yaa jadi dibikin 'rada' mendekati. Btw aku nyobain nonton versi Koreanya tapi episode 1 juga ga kuat hahaha terlalu dramatis πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iyaa beneerr, ini Oktober malah lebih sibuk lagi huhuhu... aku baru nyelesaiin baca komik doang πŸ˜‚

      Delete
  8. Aku sudah divaksin kedua di bulan agustus. Gada efek yang mencolok sih. Hanya tidak bisa tidur di vaksin pertama. Vaksin kedua tidak ada masalah berarti. Kmudian awal oktober sudah nonton shang-chi. Filmnya bagus. Penontonnya juga hanya 10 orang..hhahaha

    Kebetulan beberapa hari yang sedang berada di kalimantan utara. Udara sangat panas. Termasuk sengatan sinar mataharinya. Bahkan kulit tangan beberapa temanku terbakar karena saking panasnya. Mereka lupa menggunakam sunblock...Sekarang sudah mulai mengelupas dan proses penyembuhan. Kulitnya terasa cukup perih. Kulitku cukup terlindungi karena pakai sunblock. Paling hanya belang aja..πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah malah ga bisa tidur Mas Rivai? Kebalik nih aku malah vaksin pertama jadi ngantukan banget πŸ˜‚ Aduh kadang kangen sama keramaian di bioskop yaa tapi bener deh, kalau bioskop sepi tuh nontonnya jadi lebih fokus malah πŸ™ˆ

      Aduh ya ampun sampai terbakar kulitnyaa, memang ga main-main yaa panas sengatan matahari di Kalimantan πŸ˜” Itulah yaa pentingnya pakai sunblock, walaupun masih tetap belang, yang penting ga sampai terbakar kulitnya. Tetap dipakai terus sunblock-nya Mas Rivai πŸ‘πŸ‘

      Delete
  9. di jember juga panas mbak eya,, panase ora umum alias nggak biasa, malah kayak tembus ke baju gitu
    aku belum vaksin kedua, habis vaksin pertama terus terpapar covid
    mungkin awal novembernyoba nyari nyari tempat yang buka vaksin astra

    kayaknya inuyashaki ini apik juga ya, bikin sport jantung gitu. bakalan kaget nggak sih mbak, kaget karena efek suaranya gitu. soalnya kalau efek suara yang ngagetin, aku suka kaget hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mba Ainun di mana-mana lagi ga umum panasnya, yang bikin gerah sampai rasanya pengin sering-sering mandi heuu~

      Owalaah semoga segera ketemu buat vaksin kedua Mba AInun πŸ’ͺ Astra nih memang agak sulit yaa kalau ga bener-bener nyari, di Bandung kebetulan ada klinik yang terima vaksin astra gitu, coba Mba Ainun ke Bandung aja ahahaa *dijitak*

      Apik Mbaa, ga yang sampai sport jantung siih cuma lebih ke tegang dan seru aja gitu. Enggak ada yang ngagetin sih setahu aku, paling pas si manusia berubah jadi mesin aja kaget dikit πŸ˜‚

      Delete