Saturday, February 10, 2018

Story From Hawkins, 1984 (Stranger Things Season Two Review)

SPOILER ALERT 

Siapa yang udah nonton Stranger Things season kedua? Hah, apa? Season satu aja belum nonton? Wow, ke mana aja anda? Hehehe maaf aku nyebelin. Tapi beneran deh, kalau kalian belum mulai nonton series ini, segeralah mulai nonton. Ini serial bagus banget banget banget, terutama buat yang suka sci-fi dan misteri. Mumpung masih dua season, belum keteteran banget lah, kalau mau ngejar hehehe.

Btw, bisa baca review season satunya DI SINI kalau mau.

Setting cerita season dua berjarak satu tahun dari season sebelumnya dan masih di Hawkins. Inget kan di season satu, our Will Byers akhirnya berhasil diselamatkan dari Upside Down dan sebagai gantinya Eleven yang menghilang? Siapa yang waktu enggak sabar nungguin season dua cuma buat tahu ke mana Eleven pergi sebenarnya?

Cerita season dua dimulai dari Mike Wheeler yang lagi nyolong uang dari celengan Nancy sebelum ketahuan dan terjadi adegan kejar-kejaran kakak-adik yang dari dulu jarang akur ini. Pas lihat di trailer, aku pikir Mike kabur buat nyari Eleven, ternyata jeng jeng... dia cabut buat main arcade sama gengnya krik krik...

Tapi di sinilah keanehan mulai terjadi. Will belum terbebas sama sekali dari Upside Down. Dia bisa tiba-tiba terasing dari dunianya dan masuk ke Upside Down lagi dan melihat makhluk besar mengerikan di langit Hawkins. Will sering dapet mimpi buruk atau penglihatan soal makhluk ini. Dan yang lebih horor lagi, makhluk ini berusaha memperdayai orang-orang lewat tubuh Will. Pokoknya Will jauh lebih kasihan daripada waktu dia dikejar-kejar di Hawkins, mana di sekolah dia dikatain zombie boy terus. Selain dari Will, keanehan lainnya juga terjadi di Hawkins, kayak perkebunan labu dan pohon-pohon di hutan yang tiba-tiba membusuk secara misterius. Memang yaa, Duffer Brothers enggak ngasih jeda buat penghuni Hawkins merasakan damai sebentar aja huhuhu.




Oh ya, pertanyaan yang tertinggal dari ending season satu adalah, ke mana Eleven setelah dia mengalahkan demogorgon?

Tenang guys, dia selamat dan sehat kok. Dia memang terbangun di Upside Down tapi dia berhasil keluar lagi dan nyari-nyari Mike huhu. Buat shippernya Mileven pasti nyess banget pas adegan El teriak-teriak nyari Mike. Dia akhirnya disembunyikan oleh Chief tersayang kita, Jim Hopper di sebuah rumah di tengah hutan. Hopper enggak mengijinkan El keluar rumah, bahkan buat ketemu Mike dan yang lainnya, buat melindungi El dari orang-orang laboratorium dan kepolisian. Dan berbahagialah kalian penggemar Eleven, perannya di season dua ini semakin badass! Terutama waktu dia kabur buat nyari ibu kandungnya sekalian mencari tahu masa lalunya.

our badass Eleven

Btw aku ada mixed feeling di bagian petualangan El mencari ibunya. Selain ketemu sang Mama, El juga jadi tahu kalau bukan cuma dia sendiri yang jadi kelinci percobaan Dr. Brenner waktu itu. Ada seorang cewek yang lebih tua dari El bernama Kali yang juga punya kemampuan seperti El. Peran Kali di season ini sedikit banget sih, menurutku, dan kayak lagi seru-serunya tapi kemudian udah aja gitu? Mungkin Duffer Brothers sengaja ngasih sedikit dulu tentang Kali, dan bakal digali di season selanjutnya kah? Semoga saja begitu yaa, soalnya aku suka kolaborasi antara El dan Kali.

Nah sekarang kita bahas soal tiga karakter baru di season dua ini. Namanya juga serial TV, pasti bakal ada karakter-karakter tambahan dong di setiap season baru. Dan yang paling penting, karakter tambahannya bukan cuma yang selewat-selewat aja. Mereka juga punya peran penting di season ini.

Yang pertama Maxine atau dia maunya dipanggil Max. Anak perempuan tomboi ini murid baru di sekolah Mike, Will, Dustin dan Lucas. Jutek luar biasa tapi sukses menarik perhatian Dustin dan Lucas. Awalnya susah dideketin tapi lama-lama dia sendiri yang penasaran pengin gabung sama anak-anak ini, walaupun ditolak mentah-mentah sama Mike hahaha. Btw aku suka suka suka banget sama Max! Perannya dia di sini pas banget, ngasih warna baru buat boys squad kita.

Yang kedua Bob Newby, pacar baru Joyce Byers, ibunya Will. Bob ini ramah banget dan berusaha banget buat bisa deket sama Will dan Jonathan. Dia bilang dia berasal dari Maine dan ada scene dia cerita ke Will tentang masa kecilnya yang sering dihantui sama badut mengerikan. Remember something? Hehehe. Awalnya aku enggak merasa peran Bob ini penting kecuali sebagai figur ayah yang enggak pernah terasa ada dalam hidup Will dan Jonathan. Tapi kan, selama ini kita udah punya Hopper hahaha. Tapi di episode-episode akhir huhuhu, Bob Newby memang layak dijuluki superhero.

Terakhir, kita punya Billy, kakak laki-laki Max yang uurrrgghhh nyebelin mampus! Karakternya jauh jauh jauh lebih ngeselin dibanding Steve di season pertama. Awalnya aku juga merasa karakter Billy ini super enggak penting! Tapi ternyata peran penting dia adalah supaya kita bisa lihat betapa seorang Steve Harrington udah berubah hehehe. Billy jadi saingan berat Steve di sekolahnya. Hubungannya sama Max juga udah lebih-lebih dari kucing dan anjing. Billy enggak segan-segan mengancam buat nyelakain Lucas kalau Max masih deket-deket sama Lucas.

Our new character: (left to right) Billy, Max and Bob

Btw, kalau di season satu aku suka banget sama Jonathan, di season dua ini aku berpaling seberpaling-berpalingnya ke Steve hahaha. Memang yaa yang orang bilang "Hati-hati jangan terlalu benci sama orang soalnya benci dan cinta itu jaraknya tipis." hahaha. Aku sebel banget banget ke Steve di season satu (memang dia annoying banget kaan?), tapi di season dua ini sumpaaah Steve berubah banget nget nget!

Dan aku paling suka interaksinya Steve sama anak-anak, terutama Dustin. Lucu banget waktu dia sama Dustin ngobrolin soal cara gaet cewek dan cara styling jambul kece ala Steve itu. Dia enggak segan-segan mempertaruhkan keselamatannya sendiri buat melindungi anak-anak itu. Aku sampai ikutan teriak bareng Dustin, Lucas dan Max waktu Steve udah hampir dikepung pasukan demogorgon. Pokoknya Steve di season ini the best banget, you got my heart Mr. Harrington.

Steve and Dustin

Walaupun pada akhirnya dia dicampakkan Nancy yang lebih milih Jonathan (aku Jancy shipper btw haha), tapi enggak apa-apa laah selama Steve punya Dustin dan yang lainnya hahaha. Bahagia itu enggak selamanya harus sama pacar kok, Steve ;)

Waah maafkan kalau review ini jadi spoiler banget buat yang belum nonton. Susah bok ngomongin ini tanpa spoiler hahaha, atau akunya aja yang enggak bisa ya? Pokoknya kalau kalian belum nonton Stranger Things sama sekali, jangan ragu-ragu buat nonton yaa? Ini serial yang sungguh layak mendapat perhatian dan layak ditunggu. Season tiga kayaknya masih lama yaa, aku udah kangen pengin lihat petualangan baru bocah-bocah bandel ini huhu.

Buat yang udah nonton, yuk ngobrolin serial ini sama aku :D

No comments:

Post a Comment