Wednesday, January 17, 2018

The Last Jedi: Should I Ship Rey and Kylo Ren?

picture of official poster | edited by me

SPOILER ALERT

Star Wars: The Last Jedi adalah film yang paling aku tunggu-tunggu banget tahun lalu. Bahkan aku udah nungguin sejak menit pertama selesai nonton The Force Awaken tahun 2016 lalu agak lebay maaf. Bahkan aku sampai dua kali mimpiin Rey itu anaknya siapa setelah baca-baca beberapa fan theory hahaha. Dan karena waktu The Force Awaken aku jadinya enggak sempat nonton di bioskop, pas The Last Jedi ini aku niatin banget nonton di minggu pertama. Aku sampai deg-degan pas mau masuk studionya masa, hahaha saking excited-nya.

Daan apa yang aku rasakan begitu selesai nonton? JENG JEENG... aku pengin guling-guling ke Tartarus aja rasanya (lintas fandom). Apalagi yaa karena pas credit title ada tulisan "in loving memoriam of our princess Carrie Fisher" mau nangis tapi malu banyak orang :((. Buat yang enggak tahu, Carrie Fisher pemeran Leia Organa atau yang kita kenal sebagai Princess/General Leia meninggal Desember 2016 lalu karena sakit jantung. Aku inget aku nahan nangis di kantor pas baca beritanya, she was my princess huhu.

Okay cukup sedih-sedihannya. Selain pengin nangis, setelah nonton The Last Jedi aku jadi merasakan mixed feeling ke Kylo Ren atau Ben Solo. Padahal selama ini aku sama sekali enggak bisa suka sama Ben karena dia membunuh Han Solo (ini udah enggak spoiler kan?), ayah kandungnya sendiri. Dan Han Solo itu my childhood hero jadi yaa maaf saya benci kamu Ben! Tapi ada saat-saat di The Last Jedi yang bikin aku agak nyess sama Ben, terutama waktu dia membunuh Snoke dan berkolaborasi bersama Rey melawan pasukan merah tapi diakhiri dengan dia yang tetap berambisi berkuasa.

Dan haruskah aku mengeship Rey dan Ben? Aku sungguh dilema hahaha. Kemudian diteriakin yang udah ngeship Rey dan Ben sejak The Force Awaken.


when the bad mets the good | picture found from pinterest

Jadi aku sangat senang dengan adanya semacam koneksi antara Rey dan Ben, walaupun awalnya aku kaget kenapa tiba-tiba mereka bisa terkoneksi. Mereka kayaknya sama-sama enggak bisa mengontrol kapan mereka terkoneksi, tiba-tiba aja Rey lihat Ben atau sebaliknya. Dan dengan adanya koneksi ini, aku jadi sedikit ingin ngeship mereka hahaha.

Tapi terlepas dari kegalauanku untuk ngeship Rey dan Ben, aku suka banget The Last Jedi walaupun menurutku ini tetap bukan film Star Wars terbaik sih. Lucunya, hampir semua spekulasiku setelah baca fan theory meleset terutama tentang orang tua Rey hahahaha. Dan sebagian besar fans protes terutama karena Luke yang berubah banget jadi grumpy old man. Padahal menurutku wajar banget sih, kalau Luke berubah jadi seperti itu setelah apa yang dia alami selama tiga puluh tahun terakhir.

Yah, walaupun banyak fans yang protes bahkan sampai segala bikin petisi supaya The Last Jedi ini jadi enggak canon (sumpah ini konyol), aku tetap suka dan terhibur banget dengan adanya The Last Jedi ini. Aku sih anaknya receh, jadi mudah terhibur hehehe. Aku tambah suka Rey yang semakin badass apalagi dengan model rambut barunya yang mirip Qui Gon Jin hahaha. Dan perasaanku yang dari benci jadi mixed feeling ke Ben Solo, dan terakhir... Poe Dameron tersayang si pilot terbandel kesayangan General Organa hahaha. Sayang banget keinginan buat nonton kedua kalinya enggak terlaksana hiks.

Duh, ini sebenernya aku nulis review atau hanya sekedar unek-unek sih? Hahaha. Buat yang udah nonton The Last Jedi, menurut kalian gimana? Daaan... haruskah aku mengeship Rey dan Ben Solo alias Kylo Ren? :))

2 comments: