Thursday, December 29, 2016

Dari Olympus ke Gilingwesi, Perjalanan Membaca di Tahun 2016


a glimpse of what I read in 2016

Kalau tahun lalu aku aku bikin postingan Series to Read in 2016, tahun ini aku enggak bikin list untuk itu karena terlalu banyak series yang pengin banget aku baca tahun depan. Lagian dari list kemarin yang terpenuhi cuma satu, jadi aku enggak mau deh PHP sama diri sendiri lagi tahun ini hahaha. Tapi senangnya, tahun ini reading challenge-ku di Goodreads berhasil dituntaskan, bahkan melibihi target awal yang aku bikin yeaay!

Tadinya aku cuma targetin 35 buku karena tahun lalu 40 buku enggak terpenuhi. Ternyata sampai bulan November, buku yang aku baca udah mencapai angka 35. Pas itu aku kepikiran, kayaknya bisa sih nyampe 40 buku di akhir tahun, jadi challenge-nya aku tambahin jadi 40 dan yeaay aku berhasil namatin 42 buku pada akhirnya! Senang! Enggak banyak sih, kalau dibanding teman-teman lainnya di Goodreads, tapi aku tetap senang hehehe.

Nah, sekarang aku mau merekap perjalanan bacaku selama tahun 2016 ini yang aku kasih judul "Dari Olympus ke Gilingwesi, Perjalanan Membaca di Tahun 2016". Judul postingan ini mewakili banget perjalanan membacaku tahun ini. Petualangan ke berbagai macam dunia, hebat kan? cuma elu sendiri kali yang bilang hebat. Mungkin enggak semua buku yang kubaca bakal kesebut semuanya disini karena bakal jadi panjang banget pasti, tapi aku bakal ceritain buku-buku yang menurutku spesial alias jadi favoritku.

Kalau diurutin dari bulan Januari, aku dibawa berpetualang sama Percy, Annabeth dan Grover ke Olympus, negeri para dewa dan dewi Yunani. Dan kemudian kenalan sama dewa-dewi Romawi juga lewat Jason Grace dan kru Argo II lainnya. Tahu enggak, aku berhasil menyelesaikan dua seriesnya Mr. Rick Riordan ditambah buku-buku pelengkap seriesnya tahun ini. Sebenarnya sih, aku udah pernah tahu petualangan Percy lewat dua filmnya, The Lightning Thief dan The Sea of Monster dan aku cukup suka dengan kedua film itu. Tapi setelah akhirnya aku memutuskan untuk baca bukunya, aku langsung kecewa sama filmnya yang plotnya dipangkas habis-habisan dari bukunya. Kabarnya sih, Mr. Riordan juga cukup kecewa dengan film-film yang diadaptasi dari buku-bukunya ini (maaf kalau misalnya aku salah baca sumber yaa).

Friday, December 23, 2016

Cerita Dari Festival Pembaca Indonesia 2016

Telat enggak yaa baru bikin event report sekarang :p


Di bulan Desember, ada event yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca atau pecinta buku di Indonesia. Namanya Festival Pembaca Indonesia, yang lebih sering disebut IRF (Indonesian Reader Festival). Ini adalah event tahunannya Goodreads Indonesia. Tahun ini tahun ketujuh event berlangsung, tapi aku baru pertama kali datang kesana, kemana aja selama ini? Hahaha. Tahun lalu telat tahunya, udah hari H baru tahu ada event ini, mana masih di Bandung jadi enggak bisa nekad dateng. Tahun-tahun sebelumnya kayaknya aku terlalu kudet buat tahu tentang event ini hahaha. Yah better late than never kan yah :D

Karena event-nya berdekatan dengan tanggal merah Maulid Nabi, jadi kesempatan banget bisa sekalian pulang ke Bogor dong, enggak perlu PP Bandung-Jakarta seperti niat awal hehe. Tempatnya juga mudah dijangkau yaitu di Museum Nasional alias Museum Gajah. Aku datang cuma di hari kedua karena hari Sabtu-nya aku baru berangkat dari Bandung. Jadi hari Minggu pagi aku berangkat dari Stasiun Bojong Gede dan turun di Stasiun Juanda, dilanjut nge-Gojek deh ke museum. Oh ya, acara ini enggak dipungut biaya masuk, kita cuma perlu bayar tiket masuk museum seharga Rp.5000 saja. Jangan lupa ambil buku acara biar enggak blank :')

Jangan lupa bawa bekal buku untuk ikutan book swap, book blind date atau book war :D Dan jangan lupa juga bawa bekal air minum biar enggak dehidrasi :D

Aku sampai disana udah agak siang (perjalanan jauh yee bok) dan lokasi udah ramai banget. Begitu masuk, langsung disambut sama meja yang penuh deretan buku-buku untuk event book swap, book war, juga buku-buku yang sudah terbungkus rapi dan diberi clue untuk book blind date. Kita boleh bawa apapun buku-buku lama kita (asal bukan komik, majalah dan buku pelajaran) untuk ditukar dengan buku-buku yang sudah disediakan. Asik banget kan? Oh ya, selain book swap di meja utama itu, beberapa booth juga nyiapin buku-buku untuk di swap.

Aku sendiri enggak nyiapin banyak buku untuk IRF ini karena yah, berat yaa bok bawa-bawa buku sebanyak gambreng dari Bandung huhu. Tapi setelah lihat gimana ramainya dan teman-teman lain yang sharing hasil book swap-nya, kayaknya kalau tahun depan kesini lagi harus bawa lebih banyak buku untuk di-swap deh hehehe.

Wednesday, December 7, 2016

Another Great Weeks With Demigods


Seven half-bloods shall answer the call.
To strom or fire the world must fall.
An oath to keep with a final breath.
And foes bear arms to the doors of death.

Yang udah tamat seri Percy Jackson and The Olympians (PJO) pasti/mungkin masih ingat sama ramalan yang disebutin Rachel Elizabeth Dare di buku terakhir, The Last Olympian. Yak bener, petualangan Percy dan teman-temannya belum berakhir. Now, let me tell you about the new adventures with our beloved demigods. (enggak baru juga siih ini bukunya udah cukup lama :D). 

Sejak baca The Lightning Thief (buku pertama PJO), aku udah menobatkan diri sebagai fans Rick Riordan. Kayaknya aku kena jampi-jampi deh, sampai kesengsem banget sama tulisannya Sir Riordan haha. Feeling yang aku dapat tuh mirip kayak waktu pertama kali baca Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Jadi setelah menyelesaikan series PJO, tanpa ragu aku langsung cari series lanjutannya, The Heroes of Olympus. Syukurlah di Togamas masih lengkap series ini. 

Walaupun di buku pertama kita enggak akan ditemani oleh kekonyolan Percy, tapi tenang aja, Percy dan Annabeth tetap jadi salah dua peran utama kok di series ini. Hanya aja kali ini mereka harus berbagi panggung dengan kelima demigod teman baru kita: Jason Grace, Piper McLean, Leo Valdez, Hazel Levesque dan Frank Zhang. Enggak sulit sama sekali buat jatuh hati sama ketujuh demigod yang disebut-sebut dalam ramalan tadi kok. Karakter dan cerita tentang mereka adorable banget. Ah ya, ada tiga tokoh penting lagi yang enggak boleh dilupakan dari series ini; Coach Hedge si satir tua yang hobi marah-marah, Reyna Ramirez-Arellano sang praetor Perkemahan Jupiter (perkemahan untuk para demigod Romawi), dan my favorite demigod ever, Nico di Angelo. Selain itu kita juga diperkenalkan sama kepribadian atau aspek lain dari para dewa-dewi Yunani, yaitu aspek Romawi mereka. Jadi series ini diwarnai oleh mitologi Yunani dan Romawi. Makin seru kaan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...