Thursday, July 28, 2016

I'm Still (and Will Always Be) a Potterhead

Lumos Maxima

picture from my folder (I forgot where it came from) | edited by me

Aku tumbuh besar bersama Harry, Ron, Hermione dan bahkan The Lord Voldemort. Film pertamanya aku tonton pas kelas satu SMP, tanpa ekspektasi apapun bahkan tanpa tahu ceritanya bakal ke arah mana. Anak SMP pada jaman itu kan belum punya akses buat cari-cari info di internet yaa. Di rumah sih udah ada internet, tapi cuma dipakai Bapak buat urusan kerjaan. Tapi yang jelas, aku langsung tersihir sama film yang baru belakangan aku tahu diadaptasi dari novelnya J.K. Rowling. Pokoknya jatuh cinta banget sama petualangan Harry, Ron dan Hermione! Kalau waktu itu udah tahu istilah Potterhead, mungkin aku bakal langsung meyebut diriku sebagai Potterhead hehehe.

Sejak saat itu aku selalu nunggu-nunggu film lanjutannya setiap tahun. Dan biasanya nonton pas premier. Tapi baca bukunya sendiri malah baru dimulai pas SMA, hasil minjem di taman bacaan deket sekolah hehehe. Jaman sekolah, aku enggak punya uang jajan khusus untuk buku/komik, jadi kalau mau beli yaa harus nabung dulu. Sedangkan harga novel terlalu mahal buat anak sekolah yang cuma bisa nyisihin uang jajannya tiga ribu perhari hahaha. Tapi alhamdulillah sekarang aku udah punya lengkap koleksi buku Harry Potter. Yeay!

Nah, tahun ini adalah tahun dimana Potterhead kembali bersuka-cita. Maaf salah, Potterhead selalu bersuka-cita kok as long as we can re-read or re-watching Harry Potter series over and over again. Tapi yang spesial untuk tahun ini adalah kita punya dua cerita baru dari J.K. Rowling yang berhubungan dengan wizarding world. Pertama Harry Potter Play: Harry Potter and The Cursed Child yang sedang berlangsung di Inggris nun jauh disana, dan yang kedua film Fantastic Beast and Where to Find Them yang bakal tayang bulan November nanti di bioskop-bioskop kesayangan anda. Huwaah can you imagine how happy I am?? *too much excitement*

Monday, July 4, 2016

Me and Earl and the Dying Girl


“So if this was a touching romantic story, this is probably where a new feeling would wash over me and suddenly we would be furiously making out with the fire of a thousand suns. But this isn’t a touching romantic story.”

Greg (Thomas Mann), si cowok awkward yang punya konsep hidup unik. Dia ikut semua kegiatan klub di sekolah, supaya selalu berada di ‘posisi aman’ dan enggak menarik perhatian/populer. Dia cuma punya satu teman akrab dari kecil, namanya Earl (RJ Cyler). Dan dia enggak mau menyebut Earl sebagai teman, melainkan co-worker, karena dia enggak mau ada resiko enggak diakui oleh temannya. Greg dan Earl punya minat yang sama dari kecil. Mereka suka film-film klasik. Dan itulah yang menginspirasi mereka untuk membuat film-film parodi dari judul film klasik. Kayak misalnya Clockwork Orange jadi Sockwork Orange, Rashomon jadi Monorash, Anatomy of a Murder jadi Anatomy of a Burger, dan lain-lain yang super unik dan mengundang tawa. Mereka punya 40 lebih judul film yang sebenernya cuma ditonton sama mereka berdua aja.

Friday, July 1, 2016

Highly Anticipated Book To Movie Adaptations

Horee udah libur!! *tebar konfeti*

Biasanya kalau libur, aku ngisi waktu dengan baca buku dan nonton (kayak enggak ada bedanya sama hari biasa). Tahun ini aku jaraang ngunjungin bioskop. Beda sama tahun-tahun kemarin dimana banyak film yang aku rasa wajib ditonton di bioskop. Padahal tahun ini film-film bagus betebaran lho, tapi entah kenapa aku males ke bioskop. Lebih milih leyeh-leyeh di rumah :p

Tapiii... ini ada beberapa film adaptasi dari buku yang pengin banget aku tonton, kalau bisa ya pas masih tayang di bioskop. Aku termasuknya sering sih nontonin film-film adaptasi buku, walaupun sebagian besar tetap lebih suka versi bukunya hehe. Ngomong-ngomong ini dia daftar book to movie adaption yang aku tunggu-tunggu banget

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...