Thursday, December 29, 2016

Dari Olympus ke Gilingwesi, Perjalanan Membaca di Tahun 2016


a glimpse of what I read in 2016

Kalau tahun lalu aku aku bikin postingan Series to Read in 2016, tahun ini aku enggak bikin list untuk itu karena terlalu banyak series yang pengin banget aku baca tahun depan. Lagian dari list kemarin yang terpenuhi cuma satu, jadi aku enggak mau deh PHP sama diri sendiri lagi tahun ini hahaha. Tapi senangnya, tahun ini reading challenge-ku di Goodreads berhasil dituntaskan, bahkan melibihi target awal yang aku bikin yeaay!

Tadinya aku cuma targetin 35 buku karena tahun lalu 40 buku enggak terpenuhi. Ternyata sampai bulan November, buku yang aku baca udah mencapai angka 35. Pas itu aku kepikiran, kayaknya bisa sih nyampe 40 buku di akhir tahun, jadi challenge-nya aku tambahin jadi 40 dan yeaay aku berhasil namatin 42 buku pada akhirnya! Senang! Enggak banyak sih, kalau dibanding teman-teman lainnya di Goodreads, tapi aku tetap senang hehehe.

Nah, sekarang aku mau merekap perjalanan bacaku selama tahun 2016 ini yang aku kasih judul "Dari Olympus ke Gilingwesi, Perjalanan Membaca di Tahun 2016". Judul postingan ini mewakili banget perjalanan membacaku tahun ini. Petualangan ke berbagai macam dunia, hebat kan? cuma elu sendiri kali yang bilang hebat. Mungkin enggak semua buku yang kubaca bakal kesebut semuanya disini karena bakal jadi panjang banget pasti, tapi aku bakal ceritain buku-buku yang menurutku spesial alias jadi favoritku.

Kalau diurutin dari bulan Januari, aku dibawa berpetualang sama Percy, Annabeth dan Grover ke Olympus, negeri para dewa dan dewi Yunani. Dan kemudian kenalan sama dewa-dewi Romawi juga lewat Jason Grace dan kru Argo II lainnya. Tahu enggak, aku berhasil menyelesaikan dua seriesnya Mr. Rick Riordan ditambah buku-buku pelengkap seriesnya tahun ini. Sebenarnya sih, aku udah pernah tahu petualangan Percy lewat dua filmnya, The Lightning Thief dan The Sea of Monster dan aku cukup suka dengan kedua film itu. Tapi setelah akhirnya aku memutuskan untuk baca bukunya, aku langsung kecewa sama filmnya yang plotnya dipangkas habis-habisan dari bukunya. Kabarnya sih, Mr. Riordan juga cukup kecewa dengan film-film yang diadaptasi dari buku-bukunya ini (maaf kalau misalnya aku salah baca sumber yaa).

Friday, December 23, 2016

Cerita Dari Festival Pembaca Indonesia 2016

Telat enggak yaa baru bikin event report sekarang :p


Di bulan Desember, ada event yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pembaca atau pecinta buku di Indonesia. Namanya Festival Pembaca Indonesia, yang lebih sering disebut IRF (Indonesian Reader Festival). Ini adalah event tahunannya Goodreads Indonesia. Tahun ini tahun ketujuh event berlangsung, tapi aku baru pertama kali datang kesana, kemana aja selama ini? Hahaha. Tahun lalu telat tahunya, udah hari H baru tahu ada event ini, mana masih di Bandung jadi enggak bisa nekad dateng. Tahun-tahun sebelumnya kayaknya aku terlalu kudet buat tahu tentang event ini hahaha. Yah better late than never kan yah :D

Karena event-nya berdekatan dengan tanggal merah Maulid Nabi, jadi kesempatan banget bisa sekalian pulang ke Bogor dong, enggak perlu PP Bandung-Jakarta seperti niat awal hehe. Tempatnya juga mudah dijangkau yaitu di Museum Nasional alias Museum Gajah. Aku datang cuma di hari kedua karena hari Sabtu-nya aku baru berangkat dari Bandung. Jadi hari Minggu pagi aku berangkat dari Stasiun Bojong Gede dan turun di Stasiun Juanda, dilanjut nge-Gojek deh ke museum. Oh ya, acara ini enggak dipungut biaya masuk, kita cuma perlu bayar tiket masuk museum seharga Rp.5000 saja. Jangan lupa ambil buku acara biar enggak blank :')

Jangan lupa bawa bekal buku untuk ikutan book swap, book blind date atau book war :D Dan jangan lupa juga bawa bekal air minum biar enggak dehidrasi :D

Aku sampai disana udah agak siang (perjalanan jauh yee bok) dan lokasi udah ramai banget. Begitu masuk, langsung disambut sama meja yang penuh deretan buku-buku untuk event book swap, book war, juga buku-buku yang sudah terbungkus rapi dan diberi clue untuk book blind date. Kita boleh bawa apapun buku-buku lama kita (asal bukan komik, majalah dan buku pelajaran) untuk ditukar dengan buku-buku yang sudah disediakan. Asik banget kan? Oh ya, selain book swap di meja utama itu, beberapa booth juga nyiapin buku-buku untuk di swap.

Aku sendiri enggak nyiapin banyak buku untuk IRF ini karena yah, berat yaa bok bawa-bawa buku sebanyak gambreng dari Bandung huhu. Tapi setelah lihat gimana ramainya dan teman-teman lain yang sharing hasil book swap-nya, kayaknya kalau tahun depan kesini lagi harus bawa lebih banyak buku untuk di-swap deh hehehe.

Wednesday, December 7, 2016

Another Great Weeks With Demigods


Seven half-bloods shall answer the call.
To strom or fire the world must fall.
An oath to keep with a final breath.
And foes bear arms to the doors of death.

Yang udah tamat seri Percy Jackson and The Olympians (PJO) pasti/mungkin masih ingat sama ramalan yang disebutin Rachel Elizabeth Dare di buku terakhir, The Last Olympian. Yak bener, petualangan Percy dan teman-temannya belum berakhir. Now, let me tell you about the new adventures with our beloved demigods. (enggak baru juga siih ini bukunya udah cukup lama :D). 

Sejak baca The Lightning Thief (buku pertama PJO), aku udah menobatkan diri sebagai fans Rick Riordan. Kayaknya aku kena jampi-jampi deh, sampai kesengsem banget sama tulisannya Sir Riordan haha. Feeling yang aku dapat tuh mirip kayak waktu pertama kali baca Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Jadi setelah menyelesaikan series PJO, tanpa ragu aku langsung cari series lanjutannya, The Heroes of Olympus. Syukurlah di Togamas masih lengkap series ini. 

Walaupun di buku pertama kita enggak akan ditemani oleh kekonyolan Percy, tapi tenang aja, Percy dan Annabeth tetap jadi salah dua peran utama kok di series ini. Hanya aja kali ini mereka harus berbagi panggung dengan kelima demigod teman baru kita: Jason Grace, Piper McLean, Leo Valdez, Hazel Levesque dan Frank Zhang. Enggak sulit sama sekali buat jatuh hati sama ketujuh demigod yang disebut-sebut dalam ramalan tadi kok. Karakter dan cerita tentang mereka adorable banget. Ah ya, ada tiga tokoh penting lagi yang enggak boleh dilupakan dari series ini; Coach Hedge si satir tua yang hobi marah-marah, Reyna Ramirez-Arellano sang praetor Perkemahan Jupiter (perkemahan untuk para demigod Romawi), dan my favorite demigod ever, Nico di Angelo. Selain itu kita juga diperkenalkan sama kepribadian atau aspek lain dari para dewa-dewi Yunani, yaitu aspek Romawi mereka. Jadi series ini diwarnai oleh mitologi Yunani dan Romawi. Makin seru kaan?

Wednesday, November 23, 2016

Fantastic Beasts and Where To Find Them


Finally hari yang ditunggu-tunggu dateng juga! *tebarkonfeti* Aku udah excited sejak J.K. Rowling ngabarin (ngabarin banget?) kalau Fantastic Beasts and Where To Find Them bakal ada filmnya. Mengingat bukunya yang berupa text book untuk murid-murid Hogwarts, aku malah jadi makin excited mikirin bakal dibikin kayak gimana nih, ceritanya. Dan setelah tahu kalau pemeran Newt Scamander adalah Eddie Redmayne, aku makin makin makin enggak sabar nungguin filmnya! He’s one of my favorite actor, suka banget banget aktingnya di Theory of Everything, A Week With Marilyn, dan yang paling wow di The Danish Girl.

Oke, lalu sampailah kita pada hari dimana trailernya rilis. Dan maaf kalau aku lebay, tapi nonton trailernya aja udah bawa aku nostalgia hahaha. Apalagi dengar Hedwig’s Theme. Sedikit-sedikit ada gambaran lah bakal kemana cerita film ini berjalan.

Newt Scamander adalah seorang pegawai di kementrian sihir Inggris yang sangat sangat sangat menyukai hewan-hewan fantastis. Cerita dimulai saat kapal yang ditumpangi Newt tiba di New York. Pertemuan Newt dengan seorang No-Maj (sebutan untuk Muggle versi orang Amerika) bernama Jacob Kowalski membawanya menemui berbagai masalah. Salah satunya karena koper mereka tertukar, dan beberapa hewan Newt (iya, dia memelihara hewan-hewannya di dalam koper) kabur dan membuat beberapa kericuhan di kota. Gara-gara itu juga Newt dan Kowalski jadi ditangkap sama Porpentina Goldstein atau akrab disapa Tina.

Bersamaan dengan itu, ada masalah besar yang terjadi dan mengancam terungkapnya dunia sihir. Ada juga sekempulan orang yang mengaku anti sihir, meminta dukungan untuk mengungkap dunia sihir. MACUSA (semacam kementrian sihir di Amerika) yang dipimpin oleh Seraphina Picquery tengah mengadakan rapat sewaktu Tina tiba-tiba datang membawa koper Newt dan melaporkan tentang hilangnya beberapa hewan. Jadilah yang dicurigai itu hewan-hewan Newt yang lepas. Karena itulah Newt, Kowalski dan Tina—yang telat melapor—ditangkap. Padahal Newt udah berusaha ngasih tahu kalau hewan-hewan peliharaannya tidak ada yang berbahaya.

Wednesday, October 5, 2016

Back to the 80's With Stranger Things

 photo StrangerThings2_zpslzpxmyrx.gif



Hari Jumat satu minggu yang lalu, aku melakukan sebuah kenekatan. Di hari kerja—karena Sabtu aku MASIH ngantor—aku nekat enggak tidur sebelum namatin Stranger Things. Aku enggak peduli besoknya ngantuk-ngantuk di kantor, atau enggak konsen kerja, bodo amat yang penting malam itu juga aku namatin Stranger Things. Pantang tidur sebelum tamat! Hahaha.

Kenapa sih, bela-belain banget? Emangnya seseru itu yah?

Iyah, Stranger Things seseru itu! Bahkan lebih seru dari seseru itu versi kalian. Hahaha maaf aku hiperbola, tapi emang menurutku, Stranger Things itu seru banget banget banget! Dan udah lama aku enggak se-excited ini nonton serial. Even pas pertama kali nonton Game of Thrones pun kayaknya enggak seheboh ini deh :p Aku rela deh menenggak dua gelas kopi besok paginya demi malam ini juga namatin Stranger Things season 1. And I need the second season like right now!!



Stranger Things official poster | image from google

Stranger Things season 1 ini bertempat di sebuah kota fiktif bernama Hawkins di tahun 1983. Ceritanya tentang teror dari makhluk misterius yang ‘menculik’ penduduk Hawkins. Korban pertamanya adalah Will Byers, seorang anak dua belas tahun anggota science klub di sekolahnya. Dia diculik setelah pulang dari rumah temannya, Mike Wheeler, dan baru ketahuan keesokan paginya setelah Ibu dan kakaknya enggak menemukan Will dimana-mana. Polisi setempat yang dipimpin oleh Chief Jim Hopper pun mencari-cari Will dengan dibantu beberapa warga. Tapi Will tetap enggak ketemu.

Sementara ketiga sahabat Will; Mike, Lucas dan Dustin ikut mencari-cari Will. Walaupun dilarang keluar rumah malam-malam oleh orangtua mereka, tiga anak bandel tapi jenius ini tetap nekat keluar rumah untuk mencari Will. Bukannya ketemu Will, mereka malah ketemu seorang anak perempuan aneh yang mengaku namanya adalah Eleven. Kemudian dia ditampung di ruang bawah tanah rumah Mike tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dan ternyata (dengan cara yang misterius juga) Eleven tahu tentang Will dan bisa membantu Mike dan teman-temannya menemukan Will. Dan dimulailah petualangan Mike, Lucas, Dustin dan Eleven mengungkap misteri yang meneror kota mereka. Keseruan lainnya silahkan ditonton sendiri yaa, biar enggak spoiler :p

Wednesday, August 24, 2016

Review Buku: Na Willa - Catatan Hari Kemarin by Reda Gaudiamo

maafkan rak buku saya yang berantakan yah :p

“Kalau aku jadi anak laki-laki, aku bisa seperti Mak?”
“Ya, bisa.” kata Mbok.
“Kalau begitu aku mau jadi anak laki-laki saja,” kataku.

Percakapan antara Willa dan si Mbok di cerita pertama yang ada di dalam buku tipis berjudul Na Willa – Catatan Hari Kemarin ini berhasil bikin aku ketagihan pengin tahu percakapan-percakapan menggemaskan macam apa lagi yang bakal muncul di halaman-halaman berikutnya. Dan aaah ternyata semakin membalik halaman, semakin sering nemu percakapan menggemaskan si kecil Willa dengan orang-orang sekitarnya! Gemeeesss!

Gara-gara nge-follow instagram @post_santa (sebuah toko buku independen yang ada di Pasar Santa) yang beberapa kali merekomendasikan buku karangan Mbak Reda Gaudiamo ini, aku jadi penasaran. Desain covernya yang sederhana tapi cantik terutama yang bikin aku tertarik sama buku ini. Akhirnya tanpa banyak mikir, aku pesan deh buku ini lewat email-nya Post beserta Raden Mandasia yang semoga bisa segera dilahap juga.

Buku ini berisi cerita-cerita pendek yang ditulis dari sudut pandang Na Willa, seorang anak kecil berumur lima tahun yang tinggal di sebuah kampung kecil di Surabaya tahun 1960-an. Dia tinggal bersama ibunya yang dipanggil Mak, dan seorang asisten rumah tangga yang dipanggil Mbok. Sementaranya ayahnya yang dipanggil Pak jarang ada di rumah karena urusan pekerjaan. Dan seperti umumnya anak kecil pada masa itu, Na Willa suka bermain bersama teman-temannya. Farida, Dul dan Bud adalah nama-nama teman akrab Willa yang paling sering muncul di buku ini.

Thursday, July 28, 2016

I'm Still (and Will Always Be) a Potterhead

Lumos Maxima

picture from my folder (I forgot where it came from) | edited by me

Aku tumbuh besar bersama Harry, Ron, Hermione dan bahkan The Lord Voldemort. Film pertamanya aku tonton pas kelas satu SMP, tanpa ekspektasi apapun bahkan tanpa tahu ceritanya bakal ke arah mana. Anak SMP pada jaman itu kan belum punya akses buat cari-cari info di internet yaa. Di rumah sih udah ada internet, tapi cuma dipakai Bapak buat urusan kerjaan. Tapi yang jelas, aku langsung tersihir sama film yang baru belakangan aku tahu diadaptasi dari novelnya J.K. Rowling. Pokoknya jatuh cinta banget sama petualangan Harry, Ron dan Hermione! Kalau waktu itu udah tahu istilah Potterhead, mungkin aku bakal langsung meyebut diriku sebagai Potterhead hehehe.

Sejak saat itu aku selalu nunggu-nunggu film lanjutannya setiap tahun. Dan biasanya nonton pas premier. Tapi baca bukunya sendiri malah baru dimulai pas SMA, hasil minjem di taman bacaan deket sekolah hehehe. Jaman sekolah, aku enggak punya uang jajan khusus untuk buku/komik, jadi kalau mau beli yaa harus nabung dulu. Sedangkan harga novel terlalu mahal buat anak sekolah yang cuma bisa nyisihin uang jajannya tiga ribu perhari hahaha. Tapi alhamdulillah sekarang aku udah punya lengkap koleksi buku Harry Potter. Yeay!

Nah, tahun ini adalah tahun dimana Potterhead kembali bersuka-cita. Maaf salah, Potterhead selalu bersuka-cita kok as long as we can re-read or re-watching Harry Potter series over and over again. Tapi yang spesial untuk tahun ini adalah kita punya dua cerita baru dari J.K. Rowling yang berhubungan dengan wizarding world. Pertama Harry Potter Play: Harry Potter and The Cursed Child yang sedang berlangsung di Inggris nun jauh disana, dan yang kedua film Fantastic Beast and Where to Find Them yang bakal tayang bulan November nanti di bioskop-bioskop kesayangan anda. Huwaah can you imagine how happy I am?? *too much excitement*

Monday, July 4, 2016

Me and Earl and the Dying Girl


“So if this was a touching romantic story, this is probably where a new feeling would wash over me and suddenly we would be furiously making out with the fire of a thousand suns. But this isn’t a touching romantic story.”

Greg (Thomas Mann), si cowok awkward yang punya konsep hidup unik. Dia ikut semua kegiatan klub di sekolah, supaya selalu berada di ‘posisi aman’ dan enggak menarik perhatian/populer. Dia cuma punya satu teman akrab dari kecil, namanya Earl (RJ Cyler). Dan dia enggak mau menyebut Earl sebagai teman, melainkan co-worker, karena dia enggak mau ada resiko enggak diakui oleh temannya. Greg dan Earl punya minat yang sama dari kecil. Mereka suka film-film klasik. Dan itulah yang menginspirasi mereka untuk membuat film-film parodi dari judul film klasik. Kayak misalnya Clockwork Orange jadi Sockwork Orange, Rashomon jadi Monorash, Anatomy of a Murder jadi Anatomy of a Burger, dan lain-lain yang super unik dan mengundang tawa. Mereka punya 40 lebih judul film yang sebenernya cuma ditonton sama mereka berdua aja.

Friday, July 1, 2016

Highly Anticipated Book To Movie Adaptations

Horee udah libur!! *tebar konfeti*

Biasanya kalau libur, aku ngisi waktu dengan baca buku dan nonton (kayak enggak ada bedanya sama hari biasa). Tahun ini aku jaraang ngunjungin bioskop. Beda sama tahun-tahun kemarin dimana banyak film yang aku rasa wajib ditonton di bioskop. Padahal tahun ini film-film bagus betebaran lho, tapi entah kenapa aku males ke bioskop. Lebih milih leyeh-leyeh di rumah :p

Tapiii... ini ada beberapa film adaptasi dari buku yang pengin banget aku tonton, kalau bisa ya pas masih tayang di bioskop. Aku termasuknya sering sih nontonin film-film adaptasi buku, walaupun sebagian besar tetap lebih suka versi bukunya hehe. Ngomong-ngomong ini dia daftar book to movie adaption yang aku tunggu-tunggu banget

Friday, June 24, 2016

Secret (2007, Taiwanese Movie)


Even if we'll never see each other again
Even if you forget me
I just want to tell you a secret
I love you

Ye Xiang Lun (Jay Chou) adalah murid baru di sekolah tempat ayahnya mengajar. Dia mengambil jurusan piano. Di hari pertamanya bersekolah, dia berkeliling ke ruangan piano yang berada di gedung lama sekolah yang konon sudah berdiri selama seratus tahun dan akan dihancurkan saat hari kelulusan nanti. Disana, dia mendengar permainan piano yang indah dan belum pernah didengar sebelumnya. Dimainkan oleh seorang murid perempuan yang kemudian dia ketahui satu kelas dengannya, Lu Xiao Yu (Kwai Lun Mei).

Saat kelas berakhir, Xiang Lun yang penasaran pun mengikuti Xiao Yu keluar kelas. Ternyata Xiao Yu adalah anak perempuan yang ceria dan agak iseng. Xiang Lun akhirnya mengantar Xiao Yu pulang dengan sepedanya hari itu. Setelah sering menghabiskan waktu bersama-sama, mereka pun jadi semakin dekat. Tapi mungkin Xiang Lun menyadari kalau Xiao Yu agak misterius. Dia sering tidak mengikuti kelas dengan alasan latihan piano, kadang menghilang sampai berhari-hari. Suatu saat dia tidak muncul selama lima belas hari, dan selama itu pula Xiang Lun membawakannya apel yang akhirnya tidak satupun dimakan.

Lama-kelamaan mereka mulai menyadari kalau mereka saling menyukai. Tapi sialnya, terjadi kesalahpahaman saat Xiang Lun tidak sengaja mencium murid perempuan lain. Dengan mata terpejam, dia mengira yang diciumnya adalah Xiao Yu. Sejak hari itu, Xiao Yu tidak pernah muncul lagi di sekolah. Xiang Lun mencari-carinya, sampai menunggu lama di depan rumahnya. Tapi yang dia temui hanya Ibu Xiao Yu yang mengatakan kalau putrinya sudah putus sekolah, tidak mau datang lagi ke sekolah. Dengan perasaan kecewa, Xiang Lun membawa sepedanya meninggalkan rumah Xiao Yu.


Wednesday, June 22, 2016

Berburu Harta Karun Di Carrefour

Aku adalah orang yang matanya selalu berbinar-binar dan jadi semangat kalau nemu toko buku! Terutama di tempat yang enggak diduga bakal ada toko buku. Yap, the meaning behind ‘Harta Karun’ pada judul di atas enggak lain dan enggak bukan, artinya adalah buku.

Jadi kostanku itu deket banget sama Carrefour. Kebetulan letaknya berseberangan banget sama kampusku (yang sekarang udah pindah gedung), jadi jaman kuliah dulu bisa tiap hari mampir kesini cuma buat jajan Mocca Float-nya KFC yang waktu itu harganya cuma lima ribu rupiah hahaha. Kalau sekarang sih, kadang-kadang aja mampir ke Carrefour, biasanya cari makan disaat bosen sama makanan sekitar. Nah, pas suatu hari kesana, aku agak kaget (tapi seneng banget) pas ngelihat di deket penitipan barang, ada dua rak/box gede gitu berisi buku-buku impor dengan harga lumayan miring! Wah, langsung deh matanya jelalatan terus penasaran pengin ngubek semuanya.

Saturday, June 18, 2016

Book Review: The Lost Hero (The Heroes Of Olympus #1) by Rick Riordan

Judul: The Lost Hero (The Heroes Of Olympus #1)
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun Terbit: Cetakan I, Januari 2012
Rating: 5/5

Jason terbangun di kursi belakang bus sekolah tanpa mengingat apapun termasuk umurnya sendiri. Dia juga enggak ingat Piper yang mengaku sebagai pacarnya, dan Leo yang mengaku sebagai sahabatnya. Jason kebingungan karena sepertinya Piper dan Leo yakin sekali mereka sudah saling mengenal selama berbulan-bulan. Anak-anak yang lainnya pun enggak terlihat peduli, bertingkah seolah Jason memang bagian dari mereka selama ini. Cuma Pak Pelatih Hedge yang menatap Jason dengan keheranan, seperti melihat kalau Jason tiba-tiba muncul di bus sekolah yang membawa mereka berwisata ke Grand Canyon.

Sialnya, mereka mendapat serangan dari roh-roh badai di Grand Canyon. Berawal dari teman menyebalkan mereka yang bernama Dylan yang secara paksa menyeret Piper untuk menjadi pasangan tugasnya. Ternyata Dylan adalah salah satu roh badai yang disamarkan oleh kabut. Dan Pak Pelatih Hedge, sebenarnya adalah satir (manusia setengah kambing) yang bertugas melindungi dua demigod yang bersekolah di sekolah alam liar, Leo dan Piper. Yang membuatnya heran adalah kemunculan tiba-tiba Jason yang juga seorang demigod, karena dia hanya ditugasi melindungi dua anak demigod. Dan enggak seperti Piper dan Leo yang tampaknya masih kebingungan apa itu demigod, apa itu satir, kenapa mereka diserang dan sebagainya, Jason kelihatan sudah terlatih. Dia punya koin emas yang bisa berubah menjadi pedang emas dan bisa melawan roh-roh badai.

Namun begitu, mereka tetap kewalahan. Saat bantuan datang, Pak Pelatih Hedge sudah terlanjur dibawa pergi oleh roh badai yang tadinya berniat membawa Jason. Bantuan yang datang adalah dua orang dari perkemahan blasteran, Annabeth dan Butch, yang ditugaskan untuk menjemput Piper dan Leo. Anehnya, Annabeth terlihat sangat kesal saat berbicara dengan Jason, yang sempat membuat ketiga demigod baru itu takut. Butch pun menjelaskan supaya mereka memaklumi Annabeth. Annabeth bersikap seperti itu karena mendapat visi dari Hera, bahwa dia akan bertemu anak laki-laki yang memakai satu sepatu di Grand Canyon. Sebelum Butch menyadari Jason-lah laki-laki yang memakai satu sepatu, Annabeth mengira dia akan menemukan pacarnya yang sudah hilang selama tiga hari dari perkemahan, Percy Jackson.

Monday, June 13, 2016

Chaos And The Calm

picture of official cover | font add by me

"Trying to fit your hand inside of mine when we know it just don't belong
There's no force on earth could make it feel right, no
woah~
Trying to push this problem up the hill when it's just too heavy to hold
Think now's the time to let it slide"

Potongan lirik yang paling aku suka dari lagunya James Bay yang lagi sering banget aku ulang-ulang—karena official musik videonya baru keluar bulan lalu—Let It Go (bukan soundtracknya Frozen yah :p). Dan aku suka banget sama musik videonya. Suka pakai banget.

Sebenernya udah dari lama sih terhipnotis sama vokalnya James Bay. Lupa pastinya kapan, kalau nggak salah pas sekitaran Brit Awards tahun 2015 yah dimana dia kesorot banget. Yang aku inget, lagunya yang bikin aku terhipnotis dan jadi nyari-nyari tahu tentang James Bay tuh judulnya If You Ever Want To Be In Love. Liriknya manis. Pertama yang aku denger sih versi akustiknya yang bikin lagunya jadi terkesan lebih mellow, tapi pas denger versi aslinya justru makin suka. Kebalik, biasanya aku biasa aja sama satu lagu, terus pas denger versi akustiknya jadi lebih suka.


Saturday, May 28, 2016

My Weeks With Percy Jackson


Sebenernya bukan cuma weeks sih, tapi berbulan-bulan, tepatnya lima bulan petualangan yang aku habiskan bersama Si Putra Poseideon dan temen-temennya ini. Sejak awal Januari baca The Lightning Thief sampai Mei ini beresin The Last Olympians. Mungkin terbilang telat yaa aku baru baca serinya Rick Riordan yang Percy Jackson and The Olympians disaat semua orang udah rame ngomongin Magnus Chase and The Gods of Asgards atau The Trials of Apollo. Tapi untuk kisah se-epic ini, better late than never kan ya? Hehehe.

Ada yang belum tahu kisah petualangannya Percy Jackson? Ada? Oke deh, aku ceritain sedikit keseluruhan series ini.

Jadi tokoh utama di series ini adalah Percy Jackson yaiyalah lihat aja judulnya. Seorang anak berusia dua belas tahun (di buku pertama) yang mengidap disleksia dan GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktif). Percy ini bukan anak biasa, tapi seorang demigod atau blasteran dewa dengan manusia. Ibunya manusia biasa bernama Sally Jackson, ayahnya Sang Dewa Laut, Poseidon. Di buku pertama, diceritakan Zeus kehilangan petirnya dan yang tertuduh adalah Percy. Padahal waktu itu Percy aja nggak tahu siapa dirinya sebenernya. Lalu Percy dibawa ke perkemahan blasteran oleh Grover, sahabatnya yang ternyata adalah Satir (manusia setengah kambing). Disana Percy baru tahu kalau ternyata bukan dia aja yang setengah dewa. Percy bertemu sesama demigod lainnya di perkemahan dan berteman dengan Annabeth Chase, putri Athena dan Luke Castellan, putra Hermes. 

Dan disinilah Percy diberitahu sebuah ramalan besar yang mengatakan kalau anak dari tiga dewa besar (Poseidon, Zeus dan Hades) akan membuat keputusan yang bisa menyelamatkan atau justru menghancurkan Olympus saat menginjak usia enam belas tahun. Karena sebenarnya sejak Perang Dunia kedua, ketiga dewa besar bersumpah untuk tidak memiliki affair dengan manusia biasa lagi. Karena anak-anak mereka dianggap terlalu kuat dan berbahaya. Jadi seharusnya Percy nggak terlahir ke dunia, kalau Poseidon nggak melanggar sumpahnya. Tapi ternyata oh ternyata, bukan cuma Poseidon yang melanggar sumpah lho, teman-teman. Harus dibaca sendiri buat tahu keseluruhan ceritanya yang menurutku epic banget! Kita serasa dibawa ikut dalam petualangan-petualangan seru yang dialami Percy, Annabeth, Grover dan teman-teman lain yang muncul di buku-buku berikutnya.


Monday, May 23, 2016

Reunian Sama Rangga dan Cinta

official poster for Ada Apa Dengan Cinta? 2 | image from google

Waktu ada desas-desus Ada Apa Dengan Cinta? mau dibikin sekuelnya, aku langsung “Wah, serius?”. Pada tahu dong sebelum akhirnya Ada Apa Dengan Cinta? 2 ini resmi dibuat, duluan ada short drama dari Line? Yes, short dramanya berhasil bikin aku senyum-senyum dan kembali fangirlingan, nostalgia ke masa-masa SMP waktu AADC yang pertama baru tayang di bioskop dulu. Jelas dong waktu sekuel benerannya bener-bener dibuat (ini agak gimana sih kalimatnya) aku termasuk satu dari banyak orang yang menanti-nanti. Walaupun waktu itu aku nggak berani berekspektasi tinggi sih, karena aku kayak punya keyakinan film pertamanya tak tertandingi hehe.

AADC yang pertama itu tayang tahun 2002. Aku masih kelas dua SMP tuh ngomong-ngomong (memang ada yang nanyain?). Dan film ini jadi film pertama yang aku tonton di bioskop bareng temen-temen, biasanya nonton bioskop bareng orangtua atau tante. Aku nggak inget sih, dulu kenapa sampai nonton ini secara kan aku bukan tipe yang update sama film-film kayak gini. Apalagi waktu itu film Indonesia yang booming baru sedikit. Eh giliran udah nonton, malah naksir tergila-gila sama Rangga alias Nicholas Saputra deh. Dan sampai sekarang, dia masih jadi aktor Indonesia terfavoritku dari sedikit aktor Indonesia yang aku suka :p

Oke, balik lagi ke AADC2. Aku baru nonton seminggu setelah film-nya tayang di bioskop. Gila yaa antriannya luar biasa bok. Ceritanya sendiri berjarak 14 tahun sejak film pertamanya. Tapi nggak persis seperti yang aku kira. Aku mikirnya sejak pindah ke New York, Rangga bener-bener nggak pernah hubungin Cinta lagi. Ternyata... hehe tonton sendiri aja deh. Tapi walaupun nggak sesuai perkiraan, aku tetap suka banget sama jalan cerita film ini walaupun menurut beberapa temen yang juga nonton, katanya boring sih. Hmm btw mungkin ini bukan review yaa, aku cuma mau sharing aja hal-hal yang aku suka dari AADC2 ini.

Thursday, May 19, 2016

Unboxing a Box Full of Treasure From Peti Buku


Aku pernah ngebahas sedikit di postingan aku yang INI tentang para booktuber luar yang suka posting video-video unboxing paket dari owlcrate atau YA Chronicles dan sebagainya. Jadi itu tuh subscription box yang isinya buku dan pernak-pernik yang berhubungan dengan buku. Dan aku selaluuu iri tiap lihat video-video itu, berharap di Indonesia ada juga yang bikin project semacam ini. Dan jeng jeng jeng... ternyata beneran ada!

Namanya Peti Buku. Project-nya Mbak Nadya Andwiani yang bekerja sama dengan ilustrator, artisan dan online shop yang berhubungan sama buku. Pertama kali tahu soal Peti Buku ini dari chanel-nya Mbak Peri Hutan, terus langsung tergoda deh. Sayangnya edisi pertamanya aku kelewat eh tapi bukunya udah punya juga ding, jadi aku PO buat yang edisi April yang temanya Childhood Imagination. Wiih sebagai penggemar buku anak-anak, excited banget dong pastinya aku pengin punya edisi ini :D Kebetulan pas dikasih pilihan tiga buku, ada buku yang memang aku pengin.

Paketnya nyampe kira-kira akhir April lalu. Pas pulang kerja capek-capek dan kecewa karena nggak dapet tiket Civil War, eeh sampai rumah malah disambut paket besar dari Peti Buku. Ini penampakan box-nya.

Wednesday, May 4, 2016

Eternal Sunshine Of The Spotless Mind

pic from tumble | edited by me

Jadi beberapa hari yang lalu abis nonton Eternal Sunshine Of The Spotless Mind. Ini film udah lumayan lama sih, tahun 2004. Pemeran utamanya Jim Carey dan Kate Winslet, ditambah pemain-pemain pendukung yang nggak kalah kece kayak Kirsten Dunst, Mark Ruffalo dan Elijah Wood. Dulu tuh aku pernah nonton waktu jaman kuliah, tapi entah waktu itu aku lagi nggak fokus atau terlalu bego yaa, aku nggak ngerti jalan cerita film ini jadi nontonnya juga nggak tamat deh. Nah aku kadang memang suka ngulang lagi nih, film yang dulu pernah nonton tapi nggak mudeng. Siapa tahu sekarang ngerti. Voilaa~ kali ini aku nggak mengalami kesulitan apapun untuk mengerti apa yang film ini bahas. Dan betapa telatnya aku baru nyadar kalau ini film yang bagus banget!

Bercerita tentang Joel Barish (Jim Carey) yang mendapati kenyataan pahit kalau perempuan yang dia cintai, Clementine Kruczynski (Kate Winslet) menghapus semua ingatan tentang dirinya! Jadi Joel dateng ke tempat kerjanya Clementine, bawa kado valentine, terus Clementine menyapa dia layaknya orang asing aja gitu. Shock dan pastinya terpuruk banget dong si Joel ini. Belakangan baru dijelasin kalau hubungan mereka sebelumnya memang udah renggang dan mereka sering banget berantem even buat hal-hal kecil sekalipun. Lalu akhirnya Joel memutuskan untuk melakukan hal yang sama, yaitu menghapus Clementine dari ingatannya.

“What a loss to spend that much time with someone, only to find out that she’s a stranger.”

Sunday, April 24, 2016

Taylor Swift and Her Hair



Abis dibikin pangling nih sama photoshootnya Tay Tay buat majalah Vogue. Ada yang udah lihat? Disitu rambutnya Tay yang pas Grammy kemarin dipotong bob pendek, dicat jadi lebih blonde kayak warna rambutnya Barbie. Penampakannya kayak gini nih.

pangling kan?
Rambutnya dibleaching jadi lebih putih, kayak warna rambut Barbie. She looks emm... more edgy mungkin? Jujur aja sih, aku lebih suka rambut bobnya yang kemarin aja daripada yang sekarang—yang kata orang-orang mirip Lady Gaga padahal enggak. Nah, biasanya kan Tay mengubah model rambutnya kalau dia memasuki era baru (re: ngeluarin album baru). Tapi yang aku tahu kalau Tay sebelumnya mengumumkan istirahat dulu dari dunia musik, jadi kayaknya ini bukan sign of a new era deh. Mungkin cuma pengin ganti model rambut aja kali yah, hahah.

Ngomong-ngomong soal rambut, Taylor memang cukup sering ganti-ganti model rambut. Di awal debutnya, rambutnya keriting banget. Pernah juga rambutnya lurus dan berponi. Tapi gemesnya yah, mau rambutnya diapain juga, nggak ada yang nggak cocok buat mukanya. Tetep aja cantik. Mau rambutnya keriting, ikal, lurus, panjang, pendek, semua kayaknya cocok-cocok aja sama mukanya dia. Sementara disini ada orang yang cuma cocok dengan model rambut itu-itu aja nunjuk diri sendiri. Bikin sirik banget deh mbaknya. Nah, sekarang aku mau bahas beberapa model rambut Taylor Swift yang jadi favoritku. Cekidot.

Thursday, April 21, 2016

New Girl Crush: Rey


Warning: this is not a review for Star Wars Episode VII: The Force Awakenss. Just my subjective thought of Rey, the female lead (but beware of the spoiler too :p)

Akhirnya aku nonton juga Star Wars Episode VII: The Force Awakens. Terharuuu. Inget banget udah ngerencanain secara mateng untuk nonton sendirian waktu filmnya tayang di bioskop, karena sok yakin nggak ada temen yang mau diajakin. Tapi oh tapi ternyata saat itu aku sibuk banget! Sering lembur jadi pas Sabtu atau Minggu udah terlalu lelah untuk pergi ke mall, pesen tiket, lalu nonton huhu. Malah sempat tumbang sampai masuk UGD segala. Tapi yang penting aku seneng banget pada akhirnya bisa nonton The Force Awakens walaupun cuma dari hasil donlotan itupun dikasih sama temen. Mohon untuk nggak ditiru yaah, nontonlah selagi film itu masih diputar di bioskop hehehe.

Dan gara-gara The Force Awakens ini juga aku jadi punya girl crush baru setelah Isabelle Lightwood versi serial tv! Yap, siapa lagi kalau bukan the scavenger from the desert planet of Jakku, Rey. Kalau di dua seri Star Wars sebelumnya kan kita dikasih karakter utama wanita seorang princess kayak Leia, atau seorang queen kayak Padme. Nah di seri terbaru ini kita dikasih karakter utama wanitanya seorang pemulung. Iyap, pemulung yang kerjaannya ngumpulin barang-barang rongsokan untuk kemudian ditukar sama makanan. Tapi bukan berarti Rey nggak bisa menarik hati kayak Leia atau Padme dong. Rey punya kemampuan di bidang mekanik, akrab sama mesin yang mungkin bakal ngingetin sama Anakin Skywalker. Dia bikin Han Solo tercengang-cengang karena bisa ngendarain Millenium Falcon tanpa belajar dulu. Dan dia juga punya force yang kuat, tanpa dilatih dan tentunya tanpa diduga-duga. And I adore her style sooo much! Especially her cute three buns.


isn't she so cool with that outfit and that three buns?

Wednesday, March 30, 2016

Cause I'm a Little Bit Lost Without You

Judulnya kok sok mellow banget yah? Hehe nggak bermaksud buat galau-galauan sih, cuma mau sharing kalau aku lagi suka banget sama lagu-lagunya Oh Wonder! Nah, judul tulisan ini mengutip dari lirik salah satu lagunya mereka yang berjudul Without You. Lagu yang secara nggak sengaja aku temuin di youtube dan bikin fall in love at the first listen sama duo Josephine Vander Gucht dan Anthony West ini deh. Cobain deh dengerin lagunya.

suka banget sama style nya Josephine disini :D

Sebelumnya aku udah sering sih denger nama Oh Wonder ini. Tapi entah kenapa nggak pengin nyari tahu. Kayak yang pernah aku bilang, aku susah banget buat suka sama lagu-lagu jaman sekarang. Gampang masuk kuping tapi gampang juga lupanya. Tapi beda kasusnya pas denger Oh Wonder. Iramanya terngiang-ngiang selama beberapa hari. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mendonlot lagu-lagunya, terus jadi makin suka deeh. Oh ya satu lagi, mereka ini asalnya dari Inggris dan aksen mereka kerasa di lagu-lagunya. Uuh how I love british accent!

Mungkin emang jodohku sama Oh Wonder ini memang harus lewat jalan nggak sengaja. Kalau waktu itu sengaja nyari, mungkin belum tentu suka. Hahaha suka sok-sok takdir gitu anaknya. Eniwei kalau mau coba dengerin lagu-lagunya yang lain bisa cobain lewat soundcloudnya ohwondermusic. Atau di OhWonderMusicVevo juga bisa, cuma nggak sebanyak di soundcloudnya sih. Hope you fall in love at the first listen too, yah :D

Eniwei this is my favorite too!
They invited five dancers to audition for their music video, padahal sebenernya dancer-dancer itu udah masuk ke dalam video klipnya mereka. Keren!



Love,
Eya

Monday, March 28, 2016

Book Review: A Monster Calls by Patrick Ness

Pengarang: Patrick Ness | Berdasarkan Ide: Siobhan Dowd | Ilustrasi: Jim Kay
Penerjemah: Nadya Andwiani
 Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Rating: 5/5

Sang Monster Muncul Persis Lewat Tengah Malam.
Seperti Monster-Monster Lain.

Tetapi, dia bukanlah monster seperti yang dibayangkan Conor.
Conor mengira sang monster seperti dalam mimpi buruknya,
yang mendatanginya hampir setiap malam sejak Mum
mulai menjalani pengobatan, monster yang datang bersama
selimut kegelapan, desau angin, dan jeritan...
Monster ini berbeda. Dia kuno, liar. Dan dia menginginkan
hal yang paling berbahaya dari Conor.

Dia Menginginkan Kebenaran.
***

Cerita dimulai saat Conor mulai didatangi monster jelmaan pohon yew setiap pukul 00:07. Kedatangannya seperti mimpi buruk tapi meninggalkan jejak-jejak yang membuat Conor bingung, apakah monster itu hanya mimpi atau nyata. Anehnya, Conor sama sekali tidak merasa takut pada monster besar itu. Sang monster menceritakan tiga kisah yang tidak pernah berakhir bahagia. Kisah-kisahnya selalu berpengaruh pada kehidupan Conor setelahnya. Dan Sang Monster menuntut Conor menceritakan kisahnya sendiri yang akan menjadi kisah keempat. Conor selalu mengelak karena dia merasa tidak punya kisah untuk diceritakan.
 
"Kisah adalah sesuatu yang paling liar, derum sang monster. Kisah itu mengejar, menggigit, dan memburu." —halaman 45
 

Wednesday, March 2, 2016

Cerita Piknik: Taman Hutan Raya Dan Armor Kopi


Hari Minggu kemarin abis piknik ke Taman Hutan Raya atau biasanya disebut Tahura. Tujuan utamanya sih pengin nyobain Armor Kopi yang katanya kopinya bikin ketagihan itu. Dan emang bener lho, kopinya enak dan murah meriah! Harganya cuma sekitaran 15 sampai 20 ribuan. Pisang goreng sama cirengnya juga enak, murah meriah juga dan porsinya pas buat rame-rame. Sayangnya lupa nggak difoto penampakan kopi dan cemilan kita pagi itu saking semangatnya ngobrol haha. Maklum laah cewek-cewek kalau udah ngumpul kan bawaannya pengin ngobrol aja. Eh tapi foto-foto dikit masih sempat siih :p

view dari meja kita | masih pagi tapi udah rame :D
cemilan udah habis baru kepikiran foto-foto :p

Monday, February 29, 2016

I Grew Up Together With Andy

Sabtu kemarin ceritanya lagi pengin nonton tapi bingung dan kayak nggak terlalu tertarik sama film-film yang baru. Bongkar-bongkar koleksi film, terus ujung-ujungnya malah maraton nonton Toy Story 1, 2, 3 plus mini-mini movienya (yang entah untuk keberapa ribu kalinya). Yap, Andy yang aku maksud di judul itu Andy si pemiliknya Woody dan Buzz dkk. Iya, sayangnya bukan temen atau tetangga masa kecil yang pas gedenya jadi saling jatuh cinta kayak kebanyakan terjadi di novel-novel gitu hahaha.

Aku nggak inget umur berapa pas nonton Toy Story yang pertama. Yang jelas masih kecil banget. Yang kalau nonton tuh cuma ngerti lihat gambarnya bagus, jalan ceritanya seru, tapi mungkin nggak terlalu ngerti inti ceritanya itu sendiri. Yang aku inget setelah nonton itu, aku jadi sering ngintipin mainan-mainanku. Siapa tahu mereka juga bisa gerak dan ngomong kalau yang punyanya lagi nggak di tempat hahaha indahnya khayalan anak kecil. Nah pokoknya sejak itu Woody dan temen-temennya jadi favorit aku. Sedikit-sedikit pengin nonton ulang, dvd Toy Story 1 dan 2 sampai rusak kayaknya karena terlalu sering diputer haha. Aku agak lupa sama Toy Story mungkin pas SMA kali yaa. Disitu jadi lebih sering main sama temen-temen, dan lagi demen-demennya nonton drama Taiwan hahah. Sampailah pas aku kuliah, aku nonton Toy Story ketiga yang nggak kusangka-sangka bakal ada! Inget banget malem-malem nontonnya di kosan, berdua sama si Caca, temen kuliah yang kamarnya juga sebelahan. Dan kita sukses mewek bareng! :((

Thursday, February 18, 2016

Top 5 Thursday: Tontonan Favorit Waktu Kecil


Haiii! Kemarin pas iseng jalan-jalan di youtube, nggak sengaja nemu beberapa video top 90’s anime theme song dan semacamnya. Dan langsung kebawa nostalgiaaa deh. Hayoo siapa yang waktu kecilnya rajin mantengin tivi tiap Minggu pagi, nggak mandi sampai siang karena nggak mau kelewatan kartun-kartun kesayangan? Aku dong salah satunya :D Nggak cuma hari Minggu sih, kadang hari biasa juga suka nunda-nunda mandi sore karena pengin nonton kartun kesayangan haha ketahuan deh anaknya agak jorok.

Beruntung banget waktu aku kecil, kartun-kartunnya masih rajin seliweran di tivi, nggak susah mau nontonnya. Nggak perlu cari-cari link nonton online atau donlot-donlot dulu kalau mau nonton, kayak sekarang gitu hiks. Nah, berhubung sekarang hari Kamis, jadi aku mau share lima kartun/anime favorit yang paling paling paling aku suka waktu kecil. Eh, kalau nemu link buat nontonnya masih mau kok nonton ulang sekarang juga :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...